Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 15:47 WIB

Jodoh si Perempuan Idaman Lelaki

Oleh : - | Senin, 16 Oktober 2017 | 10:00 WIB
Jodoh si Perempuan Idaman Lelaki
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

ADALAH kisah seorang perempuan bernama Asma binti Umamah, yang merupakan perempuan Arab yang sangat jelita. Kecantikannya tersohor ke seluruh negeri. Tak hanya cantik, Asma juga seorang perempuan terpelajar yang sangat cerdas. Ia sosok perempuan idaman setiap lelaki. Namun, sampai usianya beranjak dewasa, tak ada seorang pun lelaki yang dia terima lamarannya.

Suatu ketika, Khalifah Adillah bin Marwan mengutus seseorang untuk meminang Asma lewat orangtuanya. Ia ingin menikahkan anak semata wayangnya dengan Asma. Mendapat lamaran dari seorang Khalifah, tak lantas diterima oleh Asma, ia malah menolaknya. Hal ini membuat orangtua Asma bingung.

Namun Asma hanya yakin bahwa Allah akan memberikan ia jodoh yang baik dan terbaik. Dan ia selalu memanjatkan doa yang demikian kepada Allah. Hingga suatu hari Asma bertemu dengan teman kecilnya, Abu Hurairah sebagai orang yang sangat saleh dan berbudi.

Alangkah terkejutnya Asma saat Abu Hurairah bercerita bahwa istrinya baru saja meninggal dunia. Ia kini harus menjaga anaknya yang baru berusia tiga tahun.

Mendengar itu, Asma berkata, "Jika kau mengizinkan, aku akan membantumu mengasuh putrimu. Sudah lama aku berdoa pada Allah untuk memberikanku jodoh yang terbaik. Entah mengapa saat bertemu denganmu dan mendengarkan ceritamu aku yakin ini jawaban atas doaku."

Tentu saja Abu Hurairah yang mengenal baik Asma, menyambut tawaran itu dengan bahagia. Kemudian mereka pun menikah, dan memulai hidup dengan bahagia. Ternyata, pernikahan Asma menjadi pergunjingan di kalangan masyarakat. Banyak yang mencibir karena Asma bertindak gegabah dalam menentukan jodoh, menolak anak seorang Khalifah, tetapi malah menikah dengan duda anak satu.

Namun, Asma tidak peduli dengan semua gunjingan itu, begitu pun orangtuanya. Sebagai seorang perempuan, ia merasa mendapatkan hak dalam memilih jodoh. Orangtua Asma juga merasa bahagia, karena anaknya menikah dengan lelaki yang saleh dan taat beribadah serta berbudi luhur, sedangkan kan anak dari seorang Khalifah belum tentu mampu memimpin keluarga yang diridai Allah swt. [Chairunnisa Dhiee]

Komentar

 
Embed Widget

x