Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 05:57 WIB

Inilah Sikap Iri yang Diperbolehkan Rasulullah

Oleh : - | Sabtu, 14 Oktober 2017 | 05:00 WIB
Inilah Sikap Iri yang Diperbolehkan Rasulullah
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

DARI Ibnu Umar radhiallahu 'anha, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Tidak dibenarkan hasad (iri hati), kecuali terhadap dua orang, yaitu seseorang yang dikaruniai oleh Allah Ta'ala kemampuan membaca Alquran, kemudian ia selalu sibuk dengannya siang dan malam.

Seseorang yang dikaruniai harta oleh Allah Ta'ala, lalu ia menginfakkannya siang dan malam." (HR Bukhari, Tirmidzi dan Nasa'i)

Secara umum, banyak disebutkan di dalam Alquran dan hadis tentang keburukan hasad yang hukumnya mutlak dilarang. Sedangkan menurut hadis di atas, ada dua jenis orang yang kita diperbolehkan hasad kepadanya.

Karena terdapat sungguh banyak riwayat mengenai hadis di atas, maka para ulama menjelaskan maksud hasad dalam hadits ini dengan dua penafsiran. Pertama, hasad dengan makna risyk yang dalam bahasa Arab disebut ghibthah (keinginan).

Adapun perbedaan antara hasad dan ghibthah sebagai berikut:
a. Hasad adalah apabila seseorang mengetahui ada orang lain yang memiliki suatu nikmat, ia ingin agar nikmat itu hilang dari orang tersebut, baik ia mendapatkannya atau tidak.
b. Ghitbah adalah jika seseorang menginginkan suatu nikmat yang dimiliki oleh orang lain, tanpa menghendaki nikmat itu hilang dari orang tersebut.

Oleh sebab itu, secara ijma', hasad itu haram. Para ulama mengartikan hadis di atas sebagai ghibthah yang dalam urusan keduniaan diperbolehkan, sedangkan dalam masalah agama mustahab (sangat dianjurkan).

Kedua, mungkin juga maksud hadis tersebut adalah pengandaian, yaitu seandainya hasad itu diperbolehkan, maka hasad terhadap dua hal itu diperbolehkan. Wallahu a'lam. []

Komentar

 
Embed Widget

x