Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 16:12 WIB

Faedah Mengembara

Oleh : - | Jumat, 13 Oktober 2017 | 04:00 WIB
Faedah Mengembara
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

BERKELANA, melakukan perjalanan, mengembara, pergi ke tempat yang jauh, merantau, atau apapun sebutannya. Mari jangan ragu untuk melakukannya. Menjauh dari tempat asli atau kampung halaman sungguh akan memberikan pengalaman yang sangat berharga. Kita akan bertemu dengan orang baru, menjumpai adat dan kebiasaan yang mungkin asing sebelumnya, dan merasakan lingkungan yang tidak biasa.

Ada berbagai alasan dan tujuan yang dapat kita ciptakan dengan berkelana. Seperti bekerja, menuntut ilmu, bertemu dengan saudara muslim di bumi lain, menjalin silaturahim lainnya, atau tujuan baik lainnya. Tentu saja, jika kita melakukannya dengan niat lurus, lillahitaala, insya Allah perjalanan pun akan berbuah pahala. Imam Syafii bahkan pernah menuliskan sajak tentang pengembaraan ini.

Berkelanalah ke negeri asing untuk mencari kemuliaan, karena dalam pengembaraan itu kau akan mendapatkan lima keuntungan.

Menghilangkan kesedihan, menata ekonomi hidup, meningkatkan pengetahuan dan peradaban serta menambah pergaulan.

Apabila dikatakan bahwa berkelana itu suatu perbuatan hina dan sia-sia, menghabiskan dana dan mencari kesengsaraan.

Maka sesungguhnya kematian seorang pemuda di perantauan lebih mulia, daripada hidup di daerah sendiri dalam keadaan hina penuh kedengkian dan iri hati.

Dulu, para ulama salaf gemar melakukan pengembaraan dari negeri satu ke negeri lainnya. Mereka tidak sungkan untuk berjalan kaki ratusan mil demi memenuhi kebutuhannya akan ilmu. Kelelahan dan penderitaan tidak mereka rasakan, karena ilmu yang mereka peroleh memberikan kenikmatan yang tak terhingga.

Tentu di zaman kita sekarang, di mana aspek teknologi telah mempermudah gaya hidup, kita pun diharapkan dapat mencontoh perjalanan para ulama tersebut. Bahkan sudah sepatutnya hal ini lebih mudah untuk dilakukan. Saat ini mengembara ke negeri yang sangat jauh tidak begitu menyulitkan. Apalagi jika kita dapat melakukannya dalam rangka menuntut ilmu. Nasihat berikut semoga dapat mengingatkan kita semua agar tetap bersemangat dalam berkelana mencari ilmu.

Jika seseorang tidak berjuang untuk menghidupi dirinya sendiri. Maka ia akan mengeluh dalam kemiskinan atau mencela sahabatnya, bahkan lebih.

Berjalanlah di hamparan bumi Allah dan carilah kekayaan. Maka kau akan hidup penuh kemudahan, kalau pun mati, termaafkan.

Jangan puas dengan hidup tanpa apa-apa dan jangan tidur terlena. Bagaimana mungkin dapat tidur, orang yang hidup dalam keadaan sengsara. [An Nisaa Gettar]

Komentar

 
Embed Widget

x