Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 Desember 2017 | 01:38 WIB

3 Jenis Pembunuhan: (1) Pembunuhan Sengaja

Oleh : - | Rabu, 11 Oktober 2017 | 07:00 WIB
3 Jenis Pembunuhan: (1) Pembunuhan Sengaja
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

JIKA kita telaah lebih dalam kajian fiqih Jinayat, akan kita temukan bahwa umumnya para ulama membagi pembunuhan menjadi tiga macam, yaitu pembunuhan sengaja, menyerupai sengaja dan pembunuhan keliru. Pembunuhan jenis pertama adalah pembunuhan pembunuhan sengaja. Pembunuhan jenis tidak lain adalah tindakan yang sengaja dan diniatkan semata-mata untuk menghilangkan nyawa manusia yang haram darahnya.

Menurut jumhur ulama, definisi pembunuhan ini adalah: Pembunuhan yang bertujuan untuk melakukan tindakan pembunuhan dan ditujukan kepada orang tertentu dengan menggunakan benda yang khusus untuk membunuh atau benda yang umumnya digunakan untuk membunuh. Secara umum, pembunuhan sengaja ini bisa dikenali lewat cara atau modusnya. Salah satunya pembunuhan dengan dengan menggunakan senjata tajam, seperti pisau, pedang, golok, anak panah, bedil, linggis, gergaji atau apapun alat yang lazim digunakan untuk membunuh nyawa manusia.

Namun pembunuhan sengaja bisa juga terjadi tanpa menggunakan alat alias tangan kosong, seperti mencekik leher orang, atau melemparnya dari ketinggian atau ke tempat yang mencelakakan. Dan bisa juga dengan menggunakan makanan atau minuman yang mematikan, semacam racun dan berbagai macam jenisnya. Dan para ulama juga memasukkan modus penggunaan sihir sebagai salah satu modus dalam pembunuhan ini.

Bila seorang pembunuh sudah mengakui atau terbukti 100% telah melakukan pembunuhan jenis ini dengan sengaja, maka ada beberapa jenis hukumannya. Yang paling utama tentunya adalah hukum qishash, alias hukuman yang setimpal. Dalam hal ini adalah hukuman mati. Namun hukuman mati ini tidak bersifat mutlak pelaksanaannya. Sebab hukuman mati ini hanya bisa dilakukan kalau memang terbukti membunuh dengan sengaja yang menyebabkan kematian, dan pihak keluar menuntut agar pelakunya dihukum mati.

Namun bila pihak keluarga korban memaafkan, tentu hukuman mati ini tidak perlu dilakukan. Dan untuk itu, ada dua kemungkinan. Pertama, pihak keluarga berhak menuntut diyat atau uang tebusan. Kedua, pihak keluarga memaafkan tanpa menuntut diyat. Bila pilihannya adalah yang ketiga, maka pembunuh akan terbebas dari hukuman mati. Namun di luar hukuman mati atau uang tebusan ini, ada juga beberapa jenis konsekuensi hukum lainnya. Di antaranya: Bila pembunuh adalah calon ahli waris orang yang dibunuh, maka konsekuensinya pembunuh tidak berhak untuk menerima harta warisan darinya. Selain harta warisan, para ulama juga mengatakan bahwa pembunuh juga tidak berhak atas harta yang diwasiatkan oleh korban.

[baca lanjutan: Tiga Jenis Pembunuhan: Pembunuhan Seperti Disengaja]

Komentar

 
Embed Widget

x