Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 22:34 WIB

Nyawa Dibayar Nyawa, Tiap Pembunuh Wajib Dibunuh?

Oleh : - | Rabu, 11 Oktober 2017 | 06:00 WIB
Nyawa Dibayar Nyawa, Tiap Pembunuh Wajib Dibunuh?
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

MEMANG benar bahwa syariat Islam yang kita anut ini mewajibkan nyawa dibayar dengan nyawa. Hal itu memang merupakan ketentuan dan sekaligus sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi tiada tuhan selain Allah dan bahwa Aku utusan Allah, kecuali dengan salah satu dari tiga sebab. Tsayyib yang berzina, nyawa dengan nyawa dan orang yang meninggalkan agamanya serta memisahkan diri dari jamaah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Ungkapan nyawa dengan nyawa di dalam hadits ini maksudnya tidak lain adalah pembunuhan. Sehingga pada dasarnya memang tidak keliru kalau dikatakan bahwa Islam menghukum mati orang yang membunuh nyawa manusia. Namun jangan salah paham dulu. Tentu tidak benar penafsiran sebagian kalangan yang memandang bahwa Islam adalah agama yang kejam dan tidak menghormati hak asasi manusia. Dan sangat keliru kalau ada yang mengira bahwa Islam itu agama padang pasir yang berperangai keras, kasar dan kaku.

Memang ironis sekali, tidak sedikit dari umat Islam yang berpandangan negatif seperti ini. Dalam pandangan mereka, Islam itu tampil dalam bentuk yang ganas, liar, haus darah dan sedikit-sedikit bacok. Padahal kalau kita merujuk dengan cermat ilmu dalam pelajaran syariat Islam, ternayta tidak semua pembunuh itu wajib dihukum mati. Hanya pembunuhan yang dilakukan dengan sengaja saja yang terkena hukuman mati. Itu pun harus lewat proses pembuktian yang valid lewat pengadilan (mahmakah) syar'iyah. Ditambah lagi harus adanya tuntutan dari pihak keluarga korban untuk pelaksanaan hukuman mati itu.

Padahal apabila dilakukan negosiasi yang intens, sehingga sampai keluarga mau memaafkan, tentunya hukuman mati itu tidak perlu dijalankan. Walaupun kasusnya adalah pembunuhan dengan sengaja. Sayangnya, banyak orang yang agak kurang mempelajari ilmu syariah, lantas tiba-tiba langsung memvonis hal-hal yang keliru tentang Islam. Sementara itu, di luar jenis pembunuhan yang disengaja, ada tindakan penghilangan nyawa (pembunuhan) jenis lain, namun pelakunya tidak wajib dihukum mati. Sayangnya, justru sisi yang ini jarang sekali diketahui oleh umat Islam.

Maka kalau kita telaah lebih dalam kajian fiqih Jinayat, akan kita temukan bahwa umumnya para ulama membagi pembunuhan menjadi tiga macam, yaitu pembunuhan sengaja, menyerupai sengaja dan pembunuhan keliru. [baca lanjutan: Tiga Jenis Pembunuhan: Pembunuhan Sengaja]

Komentar

 
Embed Widget

x