Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 21:56 WIB

Hadis Sahih yang Wajib Ditinggalkan: Puasa Wishal

Oleh : - | Minggu, 8 Oktober 2017 | 15:00 WIB
Hadis Sahih yang Wajib Ditinggalkan: Puasa Wishal
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

ADA sebagian dari hadits shahih yang memang wajib dijalankan dan berdosa bila ditinggalkan. Tetapi ketentuan itu tidak berlaku pada semua hadits shahih. Mengapa demikian? Sebab kita juga menemukan banyak sekali hadits shahih yang ternyata hukumnya tidak wajib untuk dikerjakan, tetapi hanya sebatas sunnah atau mubah saja, tidak sampai menjadi kewajiban. Maka meninggalkannya tidak lantas membuat kita berdosa.

Malah kadang ada hadis yang sahih tetapi justru wajib kita tinggalkan, misalnya Puasa Wishal. Ada hadits shahih yang menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan puasa wishal, yaitu puasa siang malam beberapa hari berturut-turut tanpa berbuka dan makan sahur.

Dalam urusan puasa wishal ini, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mempunyai kekhususan tersendiri, dimana beliau diberi fasilitas khusus yang tidak diberikan kepada umatnya. Sehingga beliau secara pribadi justru berpuasa wishal. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang para shahabat berpuasa wishal sebagai bentuk kasih sayang kepada mereka. Para shahabat bertanya, "Anda sendiri berpuasa wishal?". Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, "Aku tidak seperti kalian. Sesungguhnya Allah memberiku makan dan minum". (HR. Bukhari)

[baca lanjutan: Hadis Sahih yang Wajib Ditinggalkan tentang Nikah]

Komentar

 
Embed Widget

x