Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 18 Desember 2017 | 14:10 WIB

Tidur Tengkurap itu Terlarang, Apa Dalilnya?

Oleh : - | Kamis, 5 Oktober 2017 | 09:00 WIB
Tidur Tengkurap itu Terlarang, Apa Dalilnya?
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

TIDUR tengkurap itu terlarang. Hadits lainnya yang membicarakan hal ini, dari Ibnu Tikhfah Al Ghifari, dari Abu Dzar, ia berkata, "Nabi shallallahu alaihi wa sallam lewat di hadapanku dan ketika itu aku sedang tidur tengkurap. Beliau menggerak-gerakkanku dengan kaki beliau. Beliau pun bersabda, "Wahai Junaidib, tidur seperti itu seperti berbaringnya penduduk neraka." (HR. Ibnu Majah no. 3724. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah berkata, "Tidak pantas seseorang tidur tengkurap lebih-lebih lagi dilakukan di tempat yang terbuka. Karena jika orang banyak melihat tidur semacam itu, mereka tidak suka. Namun jika seseorang dalam keadaan sakit perut, dengan tidur seperti itu membuat teredam sakitnya, maka seperti itu tidaklah mengapa karena dilakukan dalam keadaan butuh." (Syarh Riyadhus Sholihin, 4: 343)

Dari Abbad bin Tamim, dari pamannya bahwa ia pernah melihat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidur terlentang di masjid dalam keadaan meletakkan satu kaki di atas lainnya. (HR. Bukhari no. 475 dan Muslim no. 2100).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menerangkan, "Yang lebih afdhol adalah tidur pada sisi kanan. Sedangkan tidur tengkurap adalah tidur yang tidak pantas kecuali dalam keadaan butuh. Sedangkan tidur dalam keadaan terlentang adalah tidak mengapa selama menjaga aurat tidak terbuka. Namun jika khawatir akan tersingkapnya aurat yaitu ketika mengangkat kedua kaki dan tidak memakai celana di bagian dalam jubah misalnya, maka itu tidaklah pantas. Namun kalau aman, maka tidaklah mengapa." (Syarh Riyadhus Sholihin, 4: 346). [Muhammad Abduh Tuasikal]

Komentar

 
Embed Widget

x