Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Oktober 2017 | 16:08 WIB

Daya Tarik Allah Menyerumu ke Arah-Nya

Oleh : - | Selasa, 3 Oktober 2017 | 07:00 WIB
Daya Tarik Allah Menyerumu ke Arah-Nya
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

DI kegelapan malam, seseorang berdoa dan bermunajat. Bibirnya dipulas rasa manisnya ucapan "Allah, Allah, Allah " Keadaan ruhani ini sangat mengusik setan, hingga setan mendatangi dan membisikinya,

"Hai orang tak tahu malu dan keras kepala. Engkau tahu kalau Allah tidak mengucap Labbayka (membalas sapaanmu) dan tidak menjawab permohonanmu dan rintihanmu. Mengapa kau masih saja memaksakan diri?!"

Bisikan setan ini membuat hatinya hancur dan lirih. Dia pun meninggalkan doa dan tertidur. Setelah lelap, dia bermimpi melihat Nabi Khidir berada di taman hijau yang rindang. Nabi Khidir bertanya, "Apa yang terjadi? Kenapa kau tidak mengucapkan Allah, Allah, Allah lagi? Apa kau berputus asa dalam berdoa dan bermunajat?"

"Setiap kali kuucapkan Allah, Allah, Allah," kata sang pendoa, "aku tak pernah mendengar jawaban Labbayka. Aku takut kalau aku telah terusir dari rumah indah itu; karena itulah aku berputus asa."

Nabi Khidir berkata, "Hai pemunajat yang miskin dan papa! Allah berkata kepadaku, Apakah kau harus mendengar jawaban Allah dari pintu dan dinding? Allah, Allah, Allah bermakna bahwa daya tarik Allah menyerumu ke arah-Nya. Ini merupakan Labbayk Allah kepadamu"

"Hai pendoa yang mulia! Allah telah memberikan kedudukan kepada Firaun dan menjaganya dari segala penyakit supaya dia tidak mendengar suara napas kesialan dan rintihannya sendiri. Beristikamah, sadar, dan mantapkanlah langkahmu di jalan.

Jangan kau jual pendengaran hatimu pada suara ini dan itu. Ketahuilah bahwa ucapan, rintihan, dan ratapanmu di istana Allah ini adalah bukti bahwa engkau telah disambut dan diterima oleh-Nya."

Sumber: Menyerap Energi Ketuhanan, Musa Kazhim & Alfian Hamzah (2009)

Komentar

 
Embed Widget

x