Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 22:27 WIB

Mengapa Kita Kagum Kepada Seseorang?

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Sabtu, 30 September 2017 | 00:04 WIB
Mengapa Kita Kagum Kepada Seseorang?
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

ADA banyak orang yang belum pernah kita bertemu dengan mereka namun kita sangat menyukai dan mencintai mereka hanya karena dua hal, yakni mereka pernah mengatakan atau menulis sesuatu yang sesuatu itu menyentuh akal dan hati kita dan karena kita mendengar kabar bahwa mereka adalah orang tulus yang senantiasa membantu dan membahagiakan banyak orang.

Sering sekali kita dengan bangga mengutip kata-kata seseorang yang tak pernah kita bertemu dengannya hanya karena kata-kata mereka mewakili kehendak jiwa kita atau membantu diri kita untuk lebih optimis menjalani kehidupan yang semakin panas dan mengeras. Jadilah orang bijak dengan perilaku dan kata bijak, maka kitapun akan panjang umur melampaui usia kita yang pasti berbatas dengan dijadikannya kata-kata kita sebagai rujukan yang tak lapuk oleh perjalanan waktu.

Seringkali kita dengan bangga bercerita tentang orang-orang yang kita pernah baca dan dengar kebaikan-keaikannya. Hati kita seakan akrab dengan mereka melebihi keakraban kita dengan orang-orang yang secara fisik berdekatan dengan kita. Dunia tidak pernah berhenti megabarkan kisah orang-orang yang berperilaku positif selama hidup di dalamnya.

Tubuh orang-orang istimewa boleh saja terkubur dalam perut bumi, namun bumi itu sendiri yang rela kalau kisah kebaikannya tak tersebar di atas bumi. Jadilah orang-orang baik dan tulus, yakinlah kita akan senantiasa hidup walau jasad kita sudah mati.

Cinta orang kepada kita sungguh bukan karena seperti apa tubuh kita karena tubuh akan terus melemah mengikuti jalannya waktu yang melaju tanpa henti menuju kehancuran. Cinta orang kepada kita sungguh bukan karena harta kita, karena hartapun merupakan pinjaman atau titipan Allah yang selalu berganti tangan. Cinta orang kita kepada kita bukan pula karena jabatan yang kita miliki, karena jabatan itu tak pernah ditakdirkan abadi di tangan kita.

Cinta orang kepada kita sungguh ditentukan oleh kebaikan dan manfaat yang bisa kita tebarkan. Salam AIM. [*]

Komentar

 
Embed Widget

x