Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 16:57 WIB

Mati Tak Hendak Hidup Pun Tak Mau

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Rabu, 27 September 2017 | 00:04 WIB
Mati Tak Hendak Hidup Pun Tak Mau
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

RANGKAI kata di atas sangatlah populer pada saat dulu untuk melukiskan sosok manusia yang sikap hidupnya patah semangat, putus asa, tiada harap dan hampa tujuan. Sosok yang diwakili rangkai kata itu pasif, tatapan matanya kosong, tak tidur tapi pula tak kerja.

Mau mati sangu tak cukup, mau hidup tujuan tak ada. Motivasi macam apapun tak menggerakkan semangatnya, rayuan dan kata menakut-nakutipun tak mengubah pikirannya untuk diam.

Apakah Anda seperti itu? Jangan. Dan saya yakin "tidak." Pembaca tulisanku adalah manusia-manusia optimis yang yakin sepenuh jiwa bahwa Allah Maha Baik dan Maha Pemurah serta Maha Kuasa sehingga setiap derita hanyalah bumbu penyedap kehidupan yang pasti memiliki akhir. Satu kesedihan tak boleh merobek seribu kebahagiaan. Satu kisah nestapa tak boleh menjadi dominan di tengah ratusan kisah bahagia. Pandai-pandailah selalu membaca kisah bahagia itu agar senyumanmu mampu menghalau air mata.

Bagaimana cara agar kita tetap optimis jalani hidup? Para guru kehidupan memberikan saran agar kita tak menggantungkan hidup pada kemampuan usaha kita melainkan menggantungkan hanya pada Dzat Yang Maha dalam segala-galanya. Pupuk keyakinan bahwa tak ada yang tak mungkin jika Allah berkehendak, tak ada yang mustahil jika Allah mau, dan tak ada yang sulit jika Allah membukakan jalan. Permasalahannya adalah seberapa yakin dan dekat kita denganNya?

Adakah cara lain agar tetap optimis? Bacalah kisah para Nabi dan Rasul yang penuh dengan ujian, cobaan dan keprihatinan. Dengan keyakinannya yang kuat kepada Allah, adakah yang pessimis dan kemudian jatuh terhina?

Mungkin kita tak punya banyak waktu membaca kisah mereka karena kita terlalu sibuk dengan kisah sinetron dan berita politik, namun bacalah kehidupan diri kita sendiri. Ternyata, Tuhan yang telah memberi rizki kita sejak dulu hingga kini adalah Tuhan yang sama dengan yang akan memberikan rizki kita pada masa yang akan datang. Masih ragukah?

Komentar

 
Embed Widget

x