Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 05:56 WIB

Mulai Usia 70 Tahun, Amal Tak Diperhitungkan lagi?

Oleh : - | Rabu, 27 September 2017 | 05:00 WIB
Mulai Usia 70 Tahun, Amal Tak Diperhitungkan lagi?
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

ALLAH mewajibkan kita untuk beramal sampai mati. Allah berfirman, "Beribadah-lah kepada Rab-mu sampai datang kepadamu yakin." (QS. al-Hijr: 99). Berdasarkan keterangan Salim bin Abdullah bin Umar, Mujahid, Hasan al-Bashri, Qatadah, dan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam, mereka mengatakan, yang dimaksud yakin pada ayat ini adalah kematian (al-Maut).

Dan diantara makna kata yakin dalam al-Quran adalah kematian. Seperti firman Allah, "Kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, (44) dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, (45) dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, (46) hingga datang kepada kami yakin." (al-Muddatsir: 44 46)

Yakin dalam ayat di atas, maknanya adalah kematian. Dan selama perintah beribadah itu masih melekat, amal kita pasti dicatat. Karena itu, tidak benar jika ada yang menyatakan bahwa amal manusia yang diperhitungkan hanya sampai usia 70 tahun. Lebih dari itu tidak dihitung. Siapapun manusia yang beramal, akan terus dicatat amalnya, kecuali bagi 3 orang: orang gila, orang tidur, dan anak kecil sampai baligh.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Pena catatan amal itu diangkat (tidak dicatat amalnya, pen.), untuk tiga orang: orang gila sampai dia sadar, orang yang tidur sampai dia bangun, dan anak kecil sampai dia baligh." (HR. Nasai 3432, Abu Daud 4398, Turmudzi 1423, dan disahihkan Syuaib al-Arnauth)

Usia 70 tahun, selama akalnya masih sehat, amalnya dicatat. Namun jika dia sudah pikun, sehingga akalnnya hilang, amalnya tidak dicatat. Allahu alam. [Ustadz Ammi Nur Baits]

Komentar

 
Embed Widget

x