Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 18 Desember 2017 | 08:03 WIB

Ini 7 Tanda Orang Munafik di Zaman Sekarang

Oleh : - | Selasa, 26 September 2017 | 05:00 WIB
Ini 7 Tanda Orang Munafik di Zaman Sekarang
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

TAHUKAH makna munafik? Kalau yang dimaksud munafik besar adalah menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekafiran. Ada istilah munafik ashgar atau dalam bentuk amalan lahiriyah disebutkan oleh Al-Hasan Al-Bashri berikut ini. Al-Hasan Al-Bashri mengatakan, "Di antara tanda kemunafikan adalah berbeda antara hati dan lisan, berbeda antara sesuatu yang tersembunyi dan sesuatu yang nampak, berbeda antara yang masuk dan yang keluar." (Jaami Al-Ulum wa Al-Hikam, 2:490)

Bagaimanakah keadaan munafik orang zaman ini dan masa silam? Hudzaifah Ibnul Yaman radhiyallahu anhu berkata, "Orang munafik saat ini lebih jelek dari orang munafik di masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Dahulu kemunafikan disembunyikan, sedangkan saat ini terang-terangan." (Hilyatul Auliya, 1:280). Apa tanda munafik pada zaman ini? Pertama, jadi orang yang tidak amanah dan tidak jujur. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Di antara tanda munafik ada tiga: jika berbicara, berdusta; jika berjanji, tidak menepati; jika diberi amanat, berkhianat." (HR. Muslim, no. 59)

Kedua, malas-malasan ibadah. Sebagaimana disebutkan dalam ayat, "Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali." (QS. An Nisa: 142). Ketiga, pintar berkata bijak namun malah melakukan yang mungkar. Umar pernah berkhutbah di atas mimbar, lantas ia mengatakan, "Yang aku khawatirkan pada kalian adalah orang berilmu yang munafik. Para sahabat lantas bertanya: "Bagaimana bisa ada orang berilmu yang munafik?" Umar menjawab, "Ia berkata perkataan hikmah, namun sayangnya ia melakukan kemungkaran." (Jami Al-Ulum wa Al-Hikam, 2:490)

Keempat, dari luar terlihat khusyu, namun batin tidak khusyu. Sebagian ulama salaf mengatakan, "Khusyunya orang munafik, jasad terlihat khusyu. Namun hati tak ada kekhusyuan." ." (Jami Al-Ulum wa Al-Hikam, 2:490). Kelima, mengaku beriman namun tidak punya amalan sama sekali. Hudzaifah ditanya mengenai apa itu munafik, ia menjawab, "Ia menyifati diri beriman namun tak ada amalan." (Jami Al-Ulum wa Al-Hikam, 2:490)

Keenam, pria enggan shalat berjamaah di masjid. Ibnu Masud radhiyallahu anhu berkata, "Aku telah melihat bahwa orang yang meninggalkan shalat jamaah hanyalah orang munafik, di mana ia adalah munafik tulen. Karena bahayanya meninggalkan shalat jamaah sedemikian adanya, ada seseorang sampai didatangkan dengan berpegangan pada dua orang sampai ia bisa masuk dalam shaf." (HR. Muslim, no. 654). Ibrahim An-Nakhai rahimahullah mengatakan, "Cukup disebut seseorang memiliki tanda munafik jika ia adalah tetangga masjid namun tak pernah terlihat di masjid" (Fath Al-Bari karya Ibnu Rajab, 5: 458 dan Maalim As-Sunan, 1:160. Lihat Minhah Al-Allam, 3: 365).

Ketujuh, malas merutinkan Shalat Shubuh dan Shalat Isya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat Isya. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak." (HR. Bukhari, no. 657). Sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma menyatakan, "Jika kami tidak melihat seseorang dalam shalat Isya dan shalat Shubuh, maka kami mudah untuk suuzhon (berprasangka jelek) padanya" (HR. Ibnu Khuzaimah, 2:370 dan Al-Hakim 1:211, dengan sanad yang shahih sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Rajab. Lihat Minhah Al-Allam, 3:365). [Khutbah Jumat di Masjid Jami Al-Adha/Muhammad Abduh Tuasikal]

Komentar

 
Embed Widget

x