Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 17:07 WIB

Kekeliruan dalam Menyambut Awal Tahun Baru Hijriah

Kekeliruan Ketiga: Memeriahkan Tahun Baru Hijriah

Oleh : - | Kamis, 21 September 2017 | 13:00 WIB
Kekeliruan Ketiga: Memeriahkan Tahun Baru Hijriah
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

MERAYAKAN tahun baru hijriyah dengan pesta kembang api, mengkhususkan dzikir jamai, mengkhususkan shalat tasbih, mengkhususkan pengajian tertentu dalam rangka memperingati tahun baru hijriyah, menyalakan lilin, atau membuat pesta makan, jelas adalah sesuatu yang tidak ada tuntunannya. Karena penyambutan tahun hijriyah semacam ini tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam, Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali, para sahabat lainnya, para tabiin dan para ulama sesudahnya.

Yang memeriahkan tahun baru hijriyah sebenarnya hanya ingin menandingi tahun baru masehi yang dirayakan oleh Nashrani. Padahal perbuatan semacam ini jelas-jelas telah menyerupai mereka (orang kafir). Secara gamblang Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka"

Menyambut tahun baru hijriyah bukanlah dengan memperingatinya dan memeriahkannya. Namun yang harus kita ingat adalah dengan bertambahnya waktu, maka semakin dekat pula kematian. Sungguh hidup di dunia hanyalah sesaat dan semakin bertambahnya waktu kematian pun semakin dekat. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Aku tidaklah mencintai dunia dan tidak pula mengharap-harap darinya. Adapun aku tinggal di dunia tidak lain seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat, lalu meninggalkannya."

Hasan Al Bashri mengatakan, "Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanya memiliki beberapa hari. Tatkala satu hari hilang, akan hilang pula sebagian darimu." Semoga Allah memberi kekuatan di tengah keterasingan. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. [rumaysho]

Komentar

 
Embed Widget

x