Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Oktober 2017 | 10:18 WIB

Kekeliruan dalam Menyambut Awal Tahun Baru Hijriah

Kekeliruan Kedua: Puasa Awal dan Akhir Tahun

Oleh : - | Kamis, 21 September 2017 | 12:00 WIB
Kekeliruan Kedua: Puasa Awal dan Akhir Tahun
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

SEBAGIAN orang ada yang mengkhususkan puasa dalam di akhir bulan Dzulhijah dan awal tahun Hijriyah. Inilah puasa yang dikenal dengan puasa awal dan akhir tahun. Dalil yang digunakan adalah berikut ini.

"Barang siapa yang berpuasa sehari pada akhir dari bulan Dzuhijjah dan puasa sehari pada awal dari bulan Muharrom, maka ia sungguh-sungguh telah menutup tahun yang lalu dengan puasa dan membuka tahun yang akan datang dengan puasa. Dan Allah taala menjadikan kaffarot/tertutup dosanya selama 50 tahun."

Lalu bagaimana penilaian ulama pakar hadits mengenai riwayat di atas:
- Adz Dzahabi dalam Tartib Al Mawdhuat (181) mengatakan bahwa Al Juwaibari dan gurunya Wahb bin Wahb- yang meriwayatkan hadits ini termasuk pemalsu hadits.
- Asy Syaukani dalam Al Fawa-id Al Majmuah (96) mengatan bahwa ada dua perowi yang pendusta yang meriwayatkan hadits ini.
- Ibnul Jauzi dalam Mawdhuat (2/566) mengatakan bahwa Al Juwaibari dan Wahb yang meriwayatkan hadits ini adalah seorang pendusta dan pemalsu hadits.

Kesimpulannya hadits yang menceritakan keutamaan puasa awal dan akhir tahun adalah hadits yang lemah yang tidak bisa dijadikan dalil dalam amalan. Sehingga tidak perlu mengkhususkan puasa pada awal dan akhir tahun karena haditsnya jelas-jelas lemah.

[baca lanjutan: Kekeliruan dalam Menyambut Awal Tahun Baru Hijriah: Kekeliruan Ketiga: Memeriahkan Tahun Baru Hijriah]

Komentar

 
Embed Widget

x