Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 17:05 WIB

Hukum Mencorat-Coret di Alquran

Pendapat yang Bolehkan Mencorat-Coret di Alquran

Oleh : - | Minggu, 17 September 2017 | 09:00 WIB
Pendapat yang Bolehkan Mencorat-Coret di Alquran
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

PENDAPAT kedua, boleh membubuhkan sesuatu yang bukan bagian dari al-Quran di dalam al-Quran. Ini merupakan pendapat sejumlah ulama 4 madzhab, hanafiyah, malikiyah, syafiiyah dan hambali. Kita sebutkan keterangan mereka,

[1] Keterangan ualam Hanafi, Dalam kitab al-Kafi kitab hanafiyah dinyatakan, "Menulis al-Quran dan tafsir perkata atau terjemahannya, dibolehkan." (Fathul Qadir, 1/286)

[2] Keterangan Abul Walid al-Baji ulama Malikiyah , "Aisyah radhiyallahu anha pernah hendak membubuhkan dalam mushaf kata shalat ashar untuk tafsir firman Allah yang menyebutkan shalat wustho (QS. al-Baqarah: 238). Karena beliau meyakini bolehnya menambahkan selain al-Quran di dalam al-Quran. Sesuai dengan riwayat dari Ubay bin Kaab dan sahabat lainnya, mereka membolehkan tulisan doa qunut dan sebagian tafsir di dalam mushaf, meskipun mereka tidak meyakininya sebagai al-Quran." (al-Muntaqa, Syarh al-Muwatha, 1/246).

[3] Dalam Hasyiyah al-Bajirami ulama Syafiiyah banyak dibahas hukum menyentuh mushaf bagi orang yang tidak punya wudhu. Mereka menegaskan, mushaf yang muhasya (ada cacatan pinggir) berupa tafsir, boleh disentuh. Artinya, boleh menambahkan catatan pinggir di mushaf al-Quran. Hanya saja, harus dipisahkan antara teks al-Quran dengan tafsirnya. Sehingga tulisan tafsir itu tidak boleh diletakkan di antara baris tulisan al-Quran.

Al-Jurjani mengatakan, Termasuk yang tercela, menulis tafsir kata dalam al-Quran, diantara baris tulisan al-Quran. (Syuabul Iman al Baihaqi, 3/330). Bagaimana dengan riwayat Ibnu Masud yang melarang secara total? Riwayat ini dipahami karena kekhawatiran akan terjadinya ketidak-jelasan mana al-Quran dan mana yang bukan al-Quran. Dalam Hasyiyah Ibnu Abidin dinyatakan, Riwayat dari Ibnu Masud, Bersihkan al-Quran dari tulisan yang lain ini berlaku di zaman mereka. dan betapa jauh terjadi perbedaan zaman dan tempat, sebagaimana penjelasan az-Zailai dan yang lainnya. (Hasyiyah Ibnu Abidin, 6/386)

Karena itu, sebatas catatan hafal dan itu di luar baris tulisan al-Quran, insyaaAllah tidak masalah. Demikian, Allahu alam. [Ustadz Ammi Nur Baits]

Komentar

 
Embed Widget

x