Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 16:11 WIB

Kisah Kemuliaan Kakek ke-4 Rasulullah

Oleh : - | Kamis, 14 September 2017 | 05:00 WIB
Kisah Kemuliaan Kakek ke-4 Rasulullah
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

KELUARGA atau kabilah Nabi Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthallib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushay shallallahu alaihi wa sallam adalah kabilah terpandang. Kakek ke-4 beliau, yakni Qushay, adalah orang yang mengembalikan pengurusan Kabah dan Kota Mekah kepada keturunan Nabi Ismail alaihissalam. Setelah sebelumnya dikuasai oleh Kabilah Khuzaah selama 300 tahun. Sebelum itu, Kabilah Quraisy hanyalah klan Arab yang tinggal di pinggiran Mekah. Mereka naik-turun gunung guna mencari air bersama unta mereka (Mubarakfury, 2005: 22).

Dengan kepemimpinannya Qushay menata Mekah kembali. Peranannya semakin mentereng tatkala ia menetapkan sejumlah pengaturan. Ia mengepalai Darun Nadwah (semacam majelis permusyawaratan Quraisy). Memegang panji perang. Qiyadah, yaitu memiliki kuasa atas perizinan penduduk Mekah yang hendak safar keluar Mekah. Hijabah yaitu mengurusi Kabah. Siqayah mengisi kolam-kolam air, dicampur dengan pemanis dari kurma dan kismis untuk minuman jamaah haji. Padahal pada masa itu belum ditemukan sumur zam-zam. Rifadah, menyediakan makanan untuk jamaah haji.

Dari pengaturan ini, orang-orang Arab luar Mekah tidak kebingungan tentang konsumsi mereka saat tiba di tanah suci untuk berhaji -haji adalah syariat Nabi Ibrahim-. Karena semua ada yang menanggungnya. Jasa besar Qushay ini tak ayal membuatnya menjadi tokoh terhormat di tengah masyarakat jahiliyah. Orang-orang pun semakin menghargai dan menokohkan kabilahnya, Quraisy. Karena mereka mengabdikan diri dengan hijabah, siqayah, dan rifadah.

[baca lanjutan: Aneh! Masyarakat Jahiliyah tapi Berdedikasi Tinggi]

Komentar

 
Embed Widget

x