Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 21:48 WIB

Teladan Moral dari Masyarakat Jahiliyah

Oleh : - | Rabu, 13 September 2017 | 16:00 WIB
Teladan Moral dari Masyarakat Jahiliyah
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

SEJARAH itu bagaikan kaca sepion. Saat berkendara, kadang kita perlu melihat ke belakang sebelum menyalip kendaraan yang ada di depan. Begitulah perumpamaan sejarah. Kita perlu mempelajari masa lalu untuk bertolak menjadi pribadi atau komunitas yang lebih baik dari sebelumnya. Bagaimana kemajuan yang dicapai kaum terdahulu, kita tiru dan sempurnakan. Apa yang membuat umat dan bangsa masa la lu runtuh, kita hindari agar tidak terjatuh di lubang yang sama.

Dalam remah-remah sejarah, ada nilai dan moral. Yang mengandung hikmah dan pelajaran. Demikian juga kehidupan masayarakat Arab pra Islam atau dikenal dengan masyarakat jahiliyah. Ada nilai dan moral yang bisa kita jadikan teladan. Berangkat dari sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik." (HR. al-Bukhari dan selainnya).

Hadits ini menunjukkan adanya akhlak yang mulia di tengah masyarakat Arab. Tapi tidak sempurna. Apa artinya akhlak mulia itu tanpa peribadatan yang benar. Sehingga Allah mengutus Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam untuk menyempurnakan nilai-nilai yang ada di tengah-tengah mereka. Di antara nilai terpuji di tengah masyarakat jahiliyah adalah cara mereka dalam menokohkan seseorang. Masyarakat jahiliyah mengangkat seseorang menjadi tokoh bukan dari apa yang mereka kumpulkan (al-jamu), tapi dari apa yang mereka berikan (al-badzlu).

[baca lanjutan: Kisah Kemuliaan Kakek ke-4 Rasulullah]

Komentar

 
Embed Widget

x