Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 September 2017 | 14:38 WIB

Serba-Serbi Prasangka

Ternyata Ada Prasangka yang Wajib & Ada yang Haram

Oleh : - | Rabu, 6 September 2017 | 08:00 WIB
Ternyata Ada Prasangka yang Wajib & Ada yang Haram
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

SELANJUTNYA, kita membahas rincian hukum berprasangka. Karena tidak semua prasangka mengandung makna negatif, tidak semua prasangka dilarang. Berikut rincian hukum prasangka,

[1] Wajib. Seperti berprasangka baik (husnudzan) kepada Allah. Karena kebalikan dari itu, Suudzan hukumnya haram jika ditujukan kepada Allah. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Jangan sampai kalian mati kecuali dalam keadaan husnudzan kepada Allah." (HR. Muslim 7410)

Nabi shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda, Allah berfirman, Aku menurut prasangka hamba-Ku kepada-Ku.. dan Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku (HR. Bukhari 7405 & Muslim 6981). Termasuk juga husnudzan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, kepada mukmin yang sholeh, seperti para sahabat atau orang mukmin yang lahiriyahnya baik.

[2] Haram. Tingkatan haramnya suudzan berbeda-beda. Suudzan yang paling haram adalah suudzan kepada Allah. Allah mengancam akan memberikan hukuman kepada orang munafiq dan orang musyrik karena mereka suudzan kepada Allah. Allah berfirman, "Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah." (QS. Al-Fath: 6)

Kemudian suudzan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, kemudian suudzan kepada orang-orang soleh, seperti para sahabat. Karena itu, Allah perintahkan agar semacam ini dijauhi. Allah berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa." (QS. Al-Hujurat: 12)

Al-Qurthubi mengatakan, "Prasangka yang jelek kepada orang yang lahiriyahnya baik, tidak diperbolehkan. Dan dosanya adalah hukuman yang akan didapatkan dari orang yang memiliki prasangka." (Tafsir al-Qurthubi, 16/332).

[baca lanjutan: Boleh Prasangka Jelek pada Orang Lain, Asalkan...]

 
Embed Widget

x