Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 18:39 WIB

Serba-Serbi Prasangka

5 Makna Prasangka dalam Alquran dan Perbedaannya

Oleh : - | Rabu, 6 September 2017 | 07:00 WIB
5 Makna Prasangka dalam Alquran dan Perbedaannya
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

PRASANGKA ada banyak macam, tidak semua tercela, sehingga tidak semuanya dilarang. Bahkan ada beberapa prasangka yang dipuji dalam syariat. Bahkan ada prasangka yang hukumnya wajib.

Mengenal makna Dzan (prasangka). Prasangka artinnya ragu namun cenderung kepada salah satu. Kata yang semisal adalah syak, yang artinya keraguan namun tidak bisa menentukan mana yang lebih kuat. Kata dzan banyak digunakan dalam alquran. Ibnul Qayim menyebutkan, penggunaan kata dzan (praduga) dalam alquran memiliki 5 makna;

[1] Ragu-ragu, tidak bisa menentukan mana yang lebih utama, sama sekali. Seperti firman Allah, Dan mereka berkata: "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa", dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja." (QS. al-Jatsiyah: 24). Kata dzan dalam ayat di atas bermakna syak, yang artinya ragu tanpa bisa menentukan mana yang lebih kuat. Karena orang kafir bicara tanpa dasar.

[2] Yaqin, kata dzan dalam hal ini disertai dugaan kuat hingga sampai tingkatan yakin. Seperti firman Allah, "Orang-orang yang yakin mereka akan bertemu Allah" (QS. Al-Baqarah: 249)

[3] Menuduh. Seperti firman Allah, "Dia (Muhammad) bukanlah termasuk orang yang tertuduh terhadap hal yang gaib." (QS. At-Takwir: 24). Berita gaib yang beliau sampaikan adalah berita yang murni benar, jujur, dan tidak hasil mengarang.

[4] Mengira. Seperti firman Allah, "Akan tetapi kalian mengira, Allah tidak mengetahui banyak hal yang telah kalian lakukan." (QS. Fushilat: 22)

[5] Kedustaan. Seperti firman Allah, "Mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuanpun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran." (QS. An-Najm: 28). (Nuzhatul Ayun, hlm. 425).

[baca lanjutan: Ternyata Ada Prasangka yang Wajib & Ada yang Haram]

Komentar

 
Embed Widget

x