Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 September 2017 | 14:35 WIB

Meneladani Nabi Ibrahim

Ketabahan Ibrahim Menghadapi Ujian dan Siksaan

Oleh : - | Selasa, 5 September 2017 | 15:00 WIB
Ketabahan Ibrahim Menghadapi Ujian dan Siksaan
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

SIKAP ini tercermin dalam kisah beliau alaihissallam saat berdakwah mengajak manusia untuk bertauhid dan mengesakan Allah Subhanahu wa Taala, namun kebanyakan menolaknya dengan penuh kenistaan. Ketabahan Nabi Ibrahim alaihissallam ini menjadi teladan bagi setiap dai dalam mengajak manusia menuju jalan yang diridhai Allah Subhanahu wa Taala. Kisah ketabahan Nabi Ibrahim alaihissallam diabadikan dalam Alquran melalui firman-firman-Nya. Meskipun kaumnya dengan kuatnya untuk membakar dirinya, namun Nabi Ibrahim alaihissallam tetap tabah dan menyerahkan segala perkara kepada Allah Subhanahu wa Taala. Sebagaimana firman Allah Taala,

Ibrahim berkata: "Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu? Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu". Mereka berkata: "Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrahim;lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu". Mereka hendak melakukan tipu muslihat kepadanya, maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina. (QS. Ash-Shaffat: 95-98).

As-Suddi rahimahullah berkata: "Mereka menahannya dalam sebuah rumah. Mereka mengumpulkan kayu bakar, bahkan hingga seorang wanita yang sedang sakit bernadzar dengan mengatakan sungguh jika Allah Subhanahu wa Taala telah memberikan bagiku kesembuhan, maka aku akan mengumpulkan kayu bakar untuk membakar Ibrahim. Setelah kayu bakar terkumpul menjulang tinggi, mereka mulai membakar setiap ujung tepian dari tumpukkan itu, sehingga apabila ada seekor burung yang terbang di atasnya niscaya ia akan hangus terbakar. Mereka mendatangi Nabi Ibrahim alaihissallam kemudian mengusungnya sampai di puncak tumpukan tinggi kayu bakar tersebut". Riwayat lain menyebutkan, ia diletakkan dalam ujung manjaniq.

Nabi Ibrahim alaihissallam mengangkat kepalanya menghadap langit, maka langit, bumi, gunung-gunung dan para malaikat berkata: "Wahai, Rabb! Sesungguhnya Ibrahim akan dibakar karena (memperjuangkan hak-Mu)"

Nabi Ibrahim berkata, "Ya, Allah, Engkau Maha Esa di atas langit, dan aku sendiri di bumi ini. Tiada seorang pun yang menyembah-Mu di atas muka bumi ini selainku. Cukuplah bagiku Engkau sebaik-baik Penolong." (Fathul-Bari, Juz 6, hal: 483).

Mereka lantas melemparkan Nabi Ibrahim alaihissallam ke dalam tumpukan kayu bakar yang tinggi, kemudian diserukanlah (oleh Allah Subhanahu wa Taala): "Wahai api, jadilah dingin dan selamat bagi Ibrahim." (Tafsir ath-Thabari, Juz 9, hal: 43).

Ibnu Abbas dan Abu al-Aliyah, keduanya berkata: "Jika Allah Subhanahu wa Taala tidak mengatakan dan selamat bagi Ibrahim, niscaya api itu akan membinasakan Ibrahim alaihissallam dengan dinginnya." (Tafsir ath-Thabari, Juz 9, hal: 43).

[baca lanjutan: Keyakinan Ibrahim terhadap Kebesaran Allah]

 
Embed Widget

x