Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 18 Desember 2017 | 14:14 WIB

Mana Lebih Utama, Berkurban atau Membantu Orang?

Oleh : - | Senin, 4 September 2017 | 13:30 WIB
Mana Lebih Utama, Berkurban atau Membantu Orang?
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

LEPAS dari masalah hukum, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memang sangat menganjurkan kita untuk melakukan ibadah yang satu ini. Bahkan beliau mengatakan tidak ada amal yang lebih dicintai Allah Ta'ala yang dilakukan oleh seorang anak manusia di hari Nahr kecuali menyembelih udhiyah.

Tentu saja pahala yang seperti ini sangat besar dan tidak tergantikan dengan ibadah yang lainnya. Namun di dalam syariah kita juga mengenal istilah fiqih prioritas. Fiqih ini adalah kecerdasan kita dalam mengalisa situasi lapangan. Fiqih ini menyeimbangkan antara teori baku dengan realitas di dunia nyata.

Terkadang kita terkecoh dengan dalil baku dan gelap mata dengan situasi di tengah lapangan. Misalnya, kita tahu bahwa siapa yang membangun masjid di dunia ini, nanti di akhirat Allah akan bangunkan untuknya rumah di dalam surga. Tapi kalau kita membangun masjid di tengah-tengah masyarakat yang muslim yang jumlah masjidnya sudah berlebih, tentu pelaksanaan hadits ini malah jadi tidak tepat. Buat apa membangun masjid di tengah kumpulan masjid? Nanti takmirnya malah saingan dengan cara tidak sehat.

Seharusnya membangun masjid di Eropa atau Amerika, tempat di mana masyarakat muslim di sana sangat membutuhkan bangunan masjid sebagai pusat kegiatan dakwah. Sedangkan di daerah bencana dan kelaparan, bantuan yang lebih tepat adalah makanan, obat-obatan, pakaian bersih. Bukan masjid megah yang tidak bisa dimakan. Inilah yang kita maksud dengan fiqih prioritas atau fiqih waqi'. Fiqih yang membahas tentang keterkaitan antara pilihan-pilihan amal yang lebih tepat untuk didahulukan.

[baca lanjutan: Kurban yang Awalnya Sunah Muakadah Berubah Jadi Wajib]

Komentar

 
Embed Widget

x