Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 Februari 2018 | 02:55 WIB
 

Murtad, Penghuni Kekal Siksa Neraka

Oleh : - | Jumat, 1 September 2017 | 13:00 WIB
Murtad, Penghuni Kekal Siksa Neraka
(Foto: ilustrasi)

Murtad (ar-riddah) menurut bahasa adalah kembali (ar-ruju). Firman Allah Taala,

"Dan janganlah kamu berbalik ke belakang (karena takut kepada musuh)." (Al-Maa`idah: 21), maksudnya mundur ke belakang.

Adapun murtad menurut istilah fikih adalah kafir setelah Islam. Firman Allah Taala,

"Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya" (Al-Baqarah: 217).

Pembagian murtad

Murtad terjadi karena melakukan hal-hal yang membatalkan keislaman seseorang, jumlahnya banyak namun semuanya bermuara kepada empat macam:

Pertama: Murtad karena perkataan, seperti mencaci-maki Allah Taala, Rasul-Nya Shallallahu Alaihi wa Sallam, malaikat-Nya atau salah satu dari rasul-rasul-Nya, atau mendakwakan diri mengetahui ilmu ghaib, mengaku sebagai nabi, membenarkan orang yang mengaku sebagai nabi, berdoa kepada selain Allah dan meminta tolong atau perlindungan kepada sesuatu yang tidak mampu untuk memenuhinya kecuali Allah.

Kedua: Murtad karena perbuatan, seperti sujud kepada patung, pohon, batu, kuburan, menyembelih untuk selain Allah, melemparkan mushaf Alquran ke tempat-tempat kotor, melakukan sihir, belajar dan mengajarkan sihir dan berhukum kepada selain hukum Allah dengan meyakini kebolehannya.

Ketiga: Murtad karena keyakinan, seperti meyakini sekutu bagi Allah; meyakini zina, minum khamr dan riba itu halal, sementara roti itu haram, shalat itu tidak wajib, dan hal lain yang telah disepakati hukumnya halal, haram atau wajib dengan ijma yang pasti.

Keempat: Murtad karena keraguan terhadap apa-apa yang telah disebutkan, seperti orang yang ragu akan keharaman syirik, zina atau khamar, atau kehalalan roti, atau meragukan risalah dan kebenaran Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, atau nabi-nabi lainnya, atau meragukan kebenaran agama Islam dan meragukan Islam sebagai agama yang cocok untuk segala zaman.

Hukum murtad dan ketentuan-ketentuan yang berlaku ketika kemurtadan telah benar-benar terjadi pada diri seseorang adalah:

1. Orang yang murtad diminta untuk bertobat. Apabila ia mau bertobat dan kembali ke pangkuan Islam dalam jangka waktu tiga hari, maka tobatnya diterima dan ia dibebaskan dari tuntutan hukum.

2. Apabila tidak mau bertobat, maka dia dihukum mati, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam,

"Barangsiapa yang menukar agamanya maka bunuhlah ia."(HR. Al-Bukhari dan Abu Dawud)

3. Dilarang melakukan transaksi keuangan selama masa pertaubatan. Jika ia kembali kepada Islam, maka harta tersebut adalah miliknya, kalau tidak bertaubat, maka hartanya menjadi milik baitul mal sejak ia dihukum mati atau mati dalam keadaan murtad. Ada yang mengatakan sejak kemurtadannya, maka hartanya dibelanjakan untuk kepentingan kaum muslimin.

4. Terhapusnya hukum waris antara dirinya dengan keluarga dan kerabatnya. Ia tidak mewarisi harta mereka atau sebaliknya mereka tidak mewarisi hartanya.

Jika ia mati atau dihukum mati atas kemurtadannya, maka ia tidak perlu dimandikan dan tidak perlu dishalati, tidak dikuburkan di pemakaman kaum muslimin, tetapi dikuburkan di pemakaman orang-orang kafir, atau dibiarkan di atas tanah di sembarang tempat selain pemakaman kaum muslimin.

Semoga Allah menetapkan hati kita dalam Islam dan Iman sepanjang hidup hingga akhir hayat.[fimadani]

Komentar

 
Embed Widget

x