Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 18 Desember 2017 | 14:05 WIB

Wafat dalam Kondisi Berwudu

Oleh : - | Jumat, 1 September 2017 | 10:00 WIB
Wafat dalam Kondisi Berwudu
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarokaatuh. Wudu adalah syariat Allah dan sunah Rasulullah, walaupun tata caranya sangat mudah dan praktis, tetapi di dalamnya mengandung faedah yang sangat besar.

Sungguh kelak di hari kiamat Rasulullah akan mengenali umatnya dari bekas wudu yang terpancar dari wajah dan telapak tangannya, pada hari itu pula orang-orang kafir tertunduk sesal dengan wajah yang hitam legam karena kekufuran mereka.

Tiada kebahagiaan kecuali hidup dalam sunah Nabi muhammad. Diantaranya "Almutathohhiriin" kecintaan Allah kepada hambaNya yang selalu menjaga kesucian dirinya, di antara selalu berwudu.

Simaklah dengan iman kalam Allah ini, "Pada hari (kiamat) yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): "Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu. Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya" ( QS Ali Imron : 106-107 ).

Banyak keutamaan wudu yang dijelaskan Rasulullah Saw. Antara lain sebagaimana diriwayatkan Thabrani dari Ubadah bin Shamit, bahwa Rasulullah Saw bersabda, ''Jika seorang hamba menjaga salatnya, menyempurnakan wudunya, rukuknya, sujudnya, dan bacaannya, maka salat akan berkata kepadanya, 'Semoga Allah Swt menjagamu sebagaimana kamu menjagaku', dia naik dengannya ke langit dan memiliki cahaya hingga sampai kepada Allah Swt dan salat memberi syafaat kepadanya.''

Dan berita gembira dari Rasulullah, "Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat nanti dalam keadaan dahi dan kedua tangan dan kaki mereka bercahaya, karena bekas wudu" (HR Bukhari).

Kemudian ajakan Rasulullah, "Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudu terlebih dahulu sebagaimana wudumu untuk melakukan salat" (HR. Bukahri dan Muslim).

Dalam hadis lain, "Barangsiapa tidur di malam hari dalam keadaan suci (berwudu) maka Malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap Ya Allah ampunilah hambaMu si fulan, kerana ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci" (HR Ibnu Hibban dari Ibnu Umar r.a.).

Setiap muslim juga harus senantiasa menjaga wudu untuk menjaga izzah keislamannya, Rasulullah Saw bersabda, "Istiqomahlah kalian, walaupun kalian tidak akan mampu melakukannya secara hakiki (namun berusahalah mendekatinya), dan ketahuilah sebaik-baik amalan kalian adalah salat, dan tidaklah ada yang menjaga wudu kecuali dia seorang mukmin." (HR. Al-Hakim dan Ibnu Hibban)

Subhanallah tentu wudhu akan menjadi "thiibannafsi" energi yang sangat kuat mendorong pengamalnya untuk taat kepada Allah dan RasulNya.

Sahabatku, mulai saat ini berjanjilah untuk "dawaamul wudu" senantiasa menjaga wudu tidak hanya untuk salat. Semoga Allah wafatkan kita dalam keadaan berwudhu, husnul khotimah...Aamiin. [KH. Muhammad Arifin Ilham]

Komentar

 
Embed Widget

x