Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 18:42 WIB

Empat Hak Suami-Istri dalam Rumah Tangga

Oleh : - | Senin, 28 Agustus 2017 | 13:00 WIB
Empat Hak Suami-Istri dalam Rumah Tangga
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

DUA insan yang saling mencinta dan membuktikannya dengan mahligai rumah tangga mempunyai keistimewaan yang amat luar biasa.

Keistimewaan ini tidak akan pernah didapat oleh orang-orang yang belum memantapkan diri untuk menikah. Sebab, hal ini hanya bisa dirasakan oleh kedua insan yang sama-sama terikat dalam perasaan sayang, dan sama-sama berusaha membangun keluarga idaman.

Kita mungkin hanya mengetahui ada hak istri dan hak suami. Kedua hak ini terpisah dengan hal yang berbeda pula kewajibannya dalam memenuhi hak tersebut. Namun demikian, ada pula hak yang sama antara suami-istri. Apa sajakah itu?

1.Amanah

Masing-masing suami-istri harus bersikap amanah terhadap pasangannya dan tidak mengkhianatinya sedikit atau banyak. Sebab, suami-istri laksana dua mitra, di mana pada keduanya harus ada sifat amanah, saling menasihati, jujur dan ikhlas dalam semua urusan pribadi keduanya, dan urusan umum keduanya.

2. Cinta kasih

Artinya masing-masing suami-istri harus memberikan cinta kasih yang tulus kepada pasangannya sepanjang hidupnya. Sebab, Allah SWT berfirman, "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang," (QS. Ar-Rum: 21).

Dan karena sabda Rasulullah SAW, "Barangsiapa tidak menyayangi, ia tidak akan disayangi," (Diriwayatkan Ath-Thabrani dengan sanad yang baik).

3. Saling percaya

Artinya masing-masing suami-istri harus mempercayai pasangannya, dan tidak boleh meragukan kejujurannya, nasihatnya dan keikhlasannya. Sebab, Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara," (QS. Al-Hujurat: 10).

Dan karena sabda Rasulullah SAW, "Salah seorang dari kalian tidak beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri," (Diriwayatkan Al-Bukhari, Muslim dan lain-lain).Ikatan suami istri memperkuat, dan mengokohkan ikatan (ukhuwah) iman.

Dengan cara seperti itu, masing-masing suami istri merasa bahwa dirinya adalah pribadi pasangannya. Oleh karena itu, bagaimana ia tidak mempercayai dirinya sendiri, dan tidak menasihatinya? Atau bagaimana seseorang itu kok menipu dirinya sendiri, dan memperdayainya?

4. Etika umum

Seperti lemah lembut dalam pergaulan sehari-hari, wajah yang berseri-seri, ucapan yang baik, penghargaan dan penghormatan. Itulah pergaulan baik yang diperintahkan Allah Taala dalam firman-Nya, "Dan bergaullah dengan mereka dengan cara yang baik," (QS. An-Nisa: 19).

Itulah perlakuan baik yang diperintahkan Rasulullah SAW dalam sabdanya, "Perlakukan wanita dengan baik," (Diriwayatkan Muslim).

Inilah sebagian hak-hak bersama antarsuami-istri. Dan masing-masing dari keduanya harus memberikan hak-hak tersebut kepada pasangannya. Hal ini bertujuan untuk merealisir perjanjian kuat yang diisyaratkan firman Allah Taala, "Bagaimana kalian akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kalian telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami istri. Dan mereka (istri-istri) telah mengambil dari kalian perjanjian yang kuat," (QS. An-Nisa: 21).

Dan karena taat kepada Allah Taala yang berfirman, "Dan janganlah kalian melupakan keutamaan di antara kalian, sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa yang kalian kerjakan," (QS. Al-Baqarah: 237). [ ]

Referensi: Ensiklopedi Muslim Minhajul Muslim/Karya: Abu Bakr Jabir Al-Jazairi/Penerbit: Darul Falah

Komentar

 
Embed Widget

x