Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 September 2017 | 16:43 WIB

Sudahkah Bervisi Kebermanfaatan

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Jumat, 25 Agustus 2017 | 03:08 WIB
Sudahkah Bervisi Kebermanfaatan
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

ADA nasehat pendek dari seorang pemikir muslim legendaris baik di dunia Barat maupun, bahkan terlebih, di dunia Timur. Ibnu Khaldun adalah nama beliau. Kitab monumentalnya yang sering menjadi bacaan para sarjana sampai saat ini adalah MUQADDIMAH. Beliau dijuluki sebagai Bapak Sosiologi, selalu dijejerkan dengan nama August Comte yang juga disebut sebagai Bapak Sosiologi.

Pandangan dan pengalaman Ibnu Khaldun ini begitu luas. Dari pengetahuan dan pengalamannya itulah beliau berkesimpulan bahwa, "Perbuatan orang berakal itu haruslah beralasan untuk tujuan kemanfaatan."

Membaca dawuh beliau mendorong kita untuk bertanya kepada diri kita sendiri: "apakah ucapan dan perbuatan kita bermanfaat? Bermanfaat bagi siapa?" Dalam hidup yang sementara ini, biasakan kita bertanya kepada diri kita sendiri mengapa kita lakukan ini dan itu.

Mereka yang tak bermisi dan bervisi kemanfaatan, demikian salah satu penafsiran akan kata Ibnu Khaldun itu, tentunya tidaklah layak dimasukkan dalam kelompok orang berakal. Yang tak berakal biasanya orientasinya itu pendek dan terbatas.

Lalu ada pertanyaan: "apa itu manfaat? Ada berapa tingkatan manfaat yang kita sudah ketahui, dan apa yang paling penting kita lakukan." Panjang kalau diurai, namun ijinkan saya kutip tips sederhana: "Membahagiakan semua orang tentu dangatlah tidak mungkin. Namun tidak menyakiti siapapun itu masih bisa dilakukan. Lakukanlah. Yang waras, ngalah. Salam, AIM. [*]

 
Embed Widget

x