Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 18:26 WIB

Protes dari Mereka yang Hatinya Luka

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Kamis, 24 Agustus 2017 | 00:08 WIB
Protes dari Mereka yang Hatinya Luka
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

BENAR kata Imam Bushiri dalam bait-bait Burdahnya bahwa air segar terasa pahit bagi mereka yang sedang sakit gigi atau sakit mulut dan sinar matahari terasa menyengat serta tak indah lagi bagi mereka yang sakit mata. Mereka yang sakit hati pun mengalami hal yang sama, firman Allah saja diprotesnya.

Saya memang sering menulis dan bicara tentang musibah dan ujian serta pentingnya sabar dalam kehidupan. Itu bukan karena saya telah sabar, melainkan karena saya ingin menjadi sabar sebagaimana saya ingin semua teman dan saudara juga menjadi sabar. Rupanya ada yang tersinggung dengan tulisan saya dan menuliskan protes keras sebagai balasan. Saya tak merasa menasehatinya, namun dia merasa terhantam tulisan saya.

Berikut copy paste protesnya: "Gue yang dapet musibah, kok elu yang nasihatin gue. Emang elu siapa. Ini musibahku, bukan musibahmu. Jangan gampang-gampang elu bilang sabar." Maunya, protes ini akan aku protes juga. Tapi kapankah protes ini berakhir jika protes dibalas protes. Kata orang bijak: "Hadapi orang bodoh dengan diam, jangan lawan dengan amarah." Jangan-jangan ini juga akan diprotesnya ya.

Nasehat dan perintah sabar bukan dari saya, namun datang dari Allah yang mencipta kita dan mengatur bumi langit dan seisinya. Saya hanya menyampaikan karena ayat harus disampaikan. Lebih dari itu, tulisan saya adalah nasehat untuk saya sendiri.

Doakan saya menjadi orang sabar ya. Sulit menjadi orang yang sungguh sabar. Pak Sabar tetangga "sebelah" saja sering tak sabar. Pak sabar jangan protes ya, yang sabar saja. Salam, AIM. [*]

Komentar

 
Embed Widget

x