Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 September 2017 | 22:52 WIB

Allah Yang Maha Lembut

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Sabtu, 19 Agustus 2017 | 01:12 WIB
Allah Yang Maha Lembut
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt., Dzat Yang Maha Lembut, Dzat Yang Maha Mengetahui hal-hal paling rahasia dari seluruh makhluk-Nya. Dzat Yang Maha Menyaksikan kejadian-kejadian paling tersembunyi di alam semesta ini. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda Nabi Muhammad Saw.

Salah satu asma Allah adalah Al Latif, Allah Yang Maha Lembut. Nama ini disebut sebanyak tujuh kali di dalam Al Quran. Lima kali di antaranya dikaitkan dengan nama Al Khobir (Allah Yang Mengetahui). Jika ada kalimat yang terdiri dari rangkaian huruf Lam, tho dan fa, itu artinya berkisar di antara kecil, halus, atau tersembunyi. Jadi mencapai sesuatu tujuan dengan cara yang sangat halus sekali.

Imam Al Ghozali pernah menerangkan bahwaLathifitu bermakna memiliki pengetahuan tentang sesuatu lalu melakukan untuk mencukupinya dengan cara yang amat lembut tak terasa. Jadi bergabungnya antara dua hal, yaitu pengetahuan yang sangat cermat, teliti, dan kemampuan untuk memenuhinya dengan cara yang amat lembut, halus, tak terasa, tak terduga. Inilah makna Lathif.

Dan, hanya Allah yang memiliki kuasa untuk melakukan hal seperti demikian, sehingga salah satu asma Allah adalah Al Lathif. Karena hanya Allah yang memiliki pengetahuan tentang segalanya secara sempurna. Allah mengetahui segala hal tentang diri kita dan mengetahui segala kebutuhan diri kita sampai kebutuhan sel demi sel yang terkecil sekalipun dari diri kita, sungguh Allah mengetahuinya sedangkan kita tidak tahu. Allah memenuhi kebutuhan lahir batin kita dengan cara yang amat sempurna dengan cara yang tidak terasa.

Ketika kita masih berupa janin di dalam rahim ibu, saat itu kita masih tak mengetahui apa-apa, tak mampu berbuat apa-apa, bahkan tak memiliki keinginan apa-apa, namun meski demikian rezeki kita terpenuhi sehingga kita tumbuh dan berkembang. Ibu kita pun tidak mengerti ada kejadian sempurna apa yang terjadi di dalam rahimnya, bapak kita pun demikian. Dokter pun hanya memeriksa sewaktu-waktu saja. Dan di sepanjang waktu, Allah-lah yang mengetahui, mengatur dan mencukupi setiap prosesnya secara sempurna hingga akhirnya kita terlahir ke dunia.Allahu Akbar!

Dari rangkaian proses kehidupan kita, sesungguhnya kita bisa menemukan betapa lembutnya kasih sayang Allah kepada kita. Allah Swt. berfirman,"Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada yang di kehendaki-Nya dan Dialah yang Maha kuat lagi Maha Perkasa."(QS. Asy Syura [42] : 19)

Allah Swt. juga berfirman,"Apakah kamu tiada melihat, bahwasanya Allah menurunkan air dari langit, lalu jadilah bumi itu hijau? Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha mengetahui."(QS. Al Hajj [22] : 63)

Saudaraku, semoga kita bisa menjadi hamba-hamba Allah yang mampu merasakan kehadiran-Nya dalam setiap tumbuh kembang kita. Mampu merasakan kehadiran Allah dalam setiap suka dan duka kita. Dialah Allah Yang Maha Lembut, Dzat yang senantiasa hadir di balik setiap peristiwa dengan limpahan kasih sayang-Nya.Aamiin yaa Robbal aalamiin.[smstauhiid]

 
Embed Widget

x