Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 September 2017 | 22:53 WIB

Rasululllah Pun Pernah Lupa Rakaat Salat

Oleh : - | Minggu, 20 Agustus 2017 | 09:00 WIB
Rasululllah Pun Pernah Lupa Rakaat Salat
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

BENARKAH Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah lupa jumlah rakaat salat? Pertanyaan itu tergolong menggelitik bagi sebagian orang yang tidak mendalami hadis dan fiqih.

Sebagian orang beranggapan tidak mungkin Rasulullah lupa jumlah rakaat salat karena menurut mereka, lupa jumlah rakaat merupakan tanda tidak khusyu dalam salat. Namun, ternyata Rasulullah benar-benar pernah lupa jumlah rakaat salat.

Ibnu Masud radhiyallahu anhu mengatakan:

Pada suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengerjakan salat zuhur lima rakaat. Beliau kemudian ditanya, "Apakah jumlah rakaat ini memang ditambah?" Nabi shallallahu alaihi wasallam menjawab, "Mengapa demikian?" Sahabat yang tadinya menjadi makmum mengatakan, "Anda telah melaksanakan salat zuhur lima rakaat." Lantas beliau pun sujud sebanyak dua kali setelah selesai salam itu. (HR. Bukhari)

Hadis ini sahih, diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Hadis serupa juga diriwayatkan oleh Imam Muslim. Hadis-hadis tersebut banyak dicantumkan dalam kitab fiqih bab salat ketika membahas sujud sahwi.

Jadi, Rasulullah memang pernah lupa jumlah rakaat salat. Setelah diingatkan oleh para sahabat, beliau kemudian melakukan sujud sahwi.

Lalu, apa hikmah Rasulullah lupa jumlah rakaat shalat ini?Pertama, hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam adalah manusia biasa seperti halnya umatnya. Bedanya, beliau dipilih oleh Allah dan diberi wahyu.

Sebagai manusia biasa, Rasulullah pernah salah dan juga pernah lupa. Namun, Allah tidak membiarkan jika Rasulullah salah kecuali akan diingatkanNya. Misalnya saat beliau bermuka masam ketika Abdullah bin Ummi Maktum datang sementara Rasulullah sedang berusaha mendekati pembesar Quraisy agar menerima dakwah. Rasulullah kemudian diingatkan Allah agar tidak bermuka masam dengan diturunkannya surat Abasa.

Selain langsung diingatkan Allah, jika Rasulullah lupa, beliau juga meminta diingatkan para sahabatnya, sekaligus menegaskan bahwa beliau adalah manusia biasa bukan malaikat.

"Saya adalah manusia biasa. Saya juga bisa lupa sebagaimana kalian bisa lupa. Oleh karena itu, jika saya lupa, ingatkanlah" (HR. Muslim)

Sifat manusia biasa yang dimiliki Rasulullah ini sesungguhnya adalah keunggulan. Agar tidak ada alasan bagi manusia menyatakan tidak sanggup mengikuti beliau. Berbeda jika misalnya Rasulullah adalah malaikat, bukan manusia biasa, pasti orang-orang memiliki alasan tidak sanggup mengikuti beliau.

Kedua, dengan adanya peristiwa ini (Rasulullah lupa jumlah rakaat), maka kaum muslimin mendapatkan petunjuk tentang sujud sahwi. Dan memang bisa jadi, Allah Subhanahu wa Taala menjadikan Rasulullah saat itu lupa jumlah rakaat salat agar umatnya mendapatkan contoh apa yang harus dilakukan ketika lupa jumlah rakaat shalat. Yakni, sujud sahwi. Wallahu alam bish shawab.[]

 
Embed Widget

x