Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Oktober 2017 | 10:28 WIB

Ujian Kejujuran

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Kamis, 10 Agustus 2017 | 10:00 WIB
Ujian Kejujuran
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt. Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang haqqul yakin kepada-Nya. Karena hanya orang-orang yang haqqul yakin yang akan memiliki ketenangan dalam menjalani hidup ini. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, setiap kali sebuah sekolah mengadakan ujian kelulusan untuk siswanya, maka sesungguhnya ada ujian yang lebih besar yang ketika itu juga sedang dijalani, yaitu ujian kejujuran. Karena ada sekolah yang demi menjaga nama baik, prestise sekolahnya, maka melakukan rekayasa sehingga pada ujian tersebut siswanya lulus semua.

Ingin semua siswanya lulus, ingin nama baik sekolahnya terjaga, ini adalah hal yang wajar. Akan tetapi jika ditempuh dengan langkah ketidakjujuran, maka ini sesungguhnya masalah. Hasil ujian mungkin belum diumumkan, namun sekolah yang demikian sudah pasti tidak lulus dalam urusan yang lebih besar yaitu urusan kejujuran. Mengapa ini menjadi penting? Bayangkan saja, demi kelulusan semua siswanya, lembaga pendidikan rela melakukan ketidakjujuran!

Padahal kejujuran itu fondasi akhlak. Rasulullah Saw. sejak masih belia, dikenal oleh masyarakat di sekitarnya bukan karena kegantengan, kekayaan, kepintaran atau kekuatannya, melainkan karena kejujurannya. Sehingga masyarakat memberikan gelar kepada beliau sebagai Al Amiin, orang yang jujur terpercaya. Setiap perkataan terjamin kebenarannya, setiap tindakan jauh dari keburukan, setiap janji dipenuhi dan amanah ditunaikan dengan baik.

Ketika Rosululloh Saw. muda berbisnis, maka bisnisnya jauh dari kecurangan. Sehingga banyak para pemilik modal yang bersuka cita menanamkan modalnya kepada beliau. Demikian juga para pembeli, senang berbelanja kepada beliau karena kejujurannya.

Rosululloh Saw. bersabda, "Wajib atasmu berlaku jujur, karena sesungguhnya jujur itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga. Dan terus-menerus seseorang berlaku jujur dan memilih kejujuran sehingga dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhkanlah dirimu dari dusta, karena sesungguhnya dusta itu membawa kepada kedurhakaan, dan durhaka itu membawa ke neraka. Dan terus menerus seorang hamba itu berdusta dan memilih yang dusta sehingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta". (HR. Bukhori, Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi)

Kejujuran adalah pangkal dari kemuliaan. Semoga kita termasuk orang-orang yang mulia dan selamat karena kejujuran. Aamiin yaa Robbal aalamiin. [smstauhiid]

Komentar

 
Embed Widget

x