Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 01:18 WIB

Zaman Edan: Tak Ikut Edan, Tak Akan Kebagian

Oleh : - | Sabtu, 12 Agustus 2017 | 08:00 WIB
Zaman Edan: Tak Ikut Edan, Tak Akan Kebagian
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

BARANGKALI, kita sudah sampai pada akhir zaman yang sejak masa kuno, dalam kebudayaan mana pun umumnya digambarkan chaotic. Zaman yang kadang membalikkan nalar dan logika; yang salah menjadi lumrah, sementara kebenaran menjadi kian asing dan tersembunyi.

Barangkali, inilah zaman yang digambarkan pujangga Ronggowarsito sebagai zaman edan, saat manusia yang "ora edan ora keduman"jika tak ikut gila, maka tak akan kebagian. Era saat para koruptor tak pernah hilang pamor bahkan dipuji layaknya dermawan yang rajin berbagi; manakala pencuri malahan dengan takzim dihormati. Inilah zaman ketika keserakahan bahkan menjadi ukuran kesuksesan, manakala orang tak lagi merasa perlu bersalah jika punya 10 Jaguar di tengah jutaan umat yang hidup melarat.

Pada saat seperti kita perlu membuat kejutan sejarah. Karena para koruptor masih punya harga akibat hartanya, penyitaan harta bendanyajika mungkin melebihi apa yang telah curi, tampaknya akan berdampak radikal. Mereka akan kehilangan sumber martabatnya, seperti saat mereka dengan keji menghilangkan peluang orang banyak untuk mendapatkan apa yang sejatinya menjadi milik publik.

Mungkin bila hal itu diberlakukan, orang tak akan mengingat nasihat Gordon Gecko dalam Wall Street, yang berkata rakus itu bagus, dan serakah menjadi berkah. Barangkali, dengan cara itu public bisa diingatkan akan warisan yang diberikan Mohandas Karamchand Gandhi, bahwa "Yang disediakan bumi cukup untuk memenuhi kebutuhan setiap orang. Tetapi tak akan cukup untuk memenuhi keserakahan setiap orang."[]

 
Embed Widget

x