Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Oktober 2017 | 10:29 WIB

Toleransi Terancam dari Kehidupan Sosial Kita

Oleh : - | Jumat, 11 Agustus 2017 | 13:00 WIB
Toleransi Terancam dari Kehidupan Sosial Kita
inkuisisi - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

DALAM sejarahnya, gereja sempat memiliki sebuah institusi yang didirikan untuk menuding, bernama inquisisi.

Inilah lembaga, yang menurut seorang penulis Inggris, Herbert George Wells, menjadikan Kristianitas menganut kembali tradisi pengorbanan manusia; lembaga yang menghalalkan darah dan siksa.

Sejarah Islam pun demikian. Ada saat turun naik kaum khawarij yang memang beragama dengan kaku, berubah garang. Mereka membunuh sesama Muslim setelah lebih dulu menuding kaum itu sebagai kafir. Sejarah mencatat, tak ada yang mereka sumbangkan kecuali kematian sia-sia.

Hal seperti demikian bisa kembali terjadi manakala kita membiarkan tunas intoleransi yang kini disirami sebagian kalangan, mengakar ke bawah, berpucuk ke atas. Jangan lagi ada kejadian yang memalukan kemanusiaan--saling berseteru dan berkelahi antaragama yang sebenarnya menodai kesucian agama, berkembang berbiak.

Sebab kejadian seperti itu jelas bisa menumpulkan getar kemanusiaan di dada kita. Padahal sebagaimana kata penyair sufi, Sadi Ghulistan," Jika kamu tidak merasakan apa yang orang lain derita, tak pantas kamu menyebut diri manusia."

Ada baiknya kita mengingat tulisan almarhum Buya Hamka, saat pada 1970-an ditanya umat tentang apa mazhab yang dianut Hujatulislam Jamaluddin Al Afghani. Kata Buya Hamka," Beliau barangkali bahkan pendiri mazhab baru, yakni mazhab kesadaran, mazhab kebangunan, mazhab tahu akan harga diri, yang mengubur segala perselisihan tetek bengek. Lalu bersama-sama menuju satu tujuan, yakni mengembalikan kemuliaan Islam..." [dsy]

Komentar

 
Embed Widget

x