Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 01:30 WIB

Perceraian Masih Jadi Tema Menarik Diteliti

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Kamis, 3 Agustus 2017 | 00:09 WIB
Perceraian Masih Jadi Tema Menarik Diteliti
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

SAYA tak bermaksud bercerita tentang peningkatan jumlah perceraian di Jawa Timur. Saya hanya ingin mengabarkan bahwa saya tadi pagi menguji promovendus doktor di ujian terbuka Program Pascasarjana UINSA. Temanya adalah tentang perceraian.

Ternyata, tema ini masih menarik juga untuk diteliti, tak pernah habis dan tak akan pernah habis sepanjang ada pernikahan. Mengapa? Di awal ujian tadi saya dengan guyon bertanya kepada calon doktor apa penyebab utama perceraian? Panjang sekali jawabannya. Lalu saya katakan: "Penyebab utama perceraian adalah karena ada pernikahan."

Dalil tentang thalaq atau perceraian dipaparkan dan dipertanyakan kesahihannya, terutama hadits yang paling terkenal yaitu "sesuatu yang halal yang paling dibenci Allah adalah talak." Salah seorang penguji berkata bahwa hadits ini dlaif alias lemah dari sisi sanad (mata rantai) periwayatan dan dari sisi isi.

Dari sisi substansi atau isi hadits ada kritik mendasar, yaitu mana mungkin Allah benci pada yang halal? Allah pasti tidak suka pada yang haram dan makruh, tapi tidak mungkin pada yang halal. Kritik kedua, kalau memang talak itu dibenci Allah, mengapa Rasulullah menceraikan 3 istrinya, dan yang satu dirujuk kembali, yakni Hafshah binti Umar.

Saya sampaikan bahwa semalam saya baca sindiran seorang sastrawan Arab Anis Mansour yang berangkat dari fakta kekinian. Sambil mengaitkan pada hadits di atas, Anis Mansour berkata: "Sesuatu yang halal yang paling dibenci Allah adalah talak. Sementara sesuatu yang halal yang paling dibenci manusia adalah pernikahan."

Yang dikata Anis Mansour tadi adalah sindiran bagi mereka yang senang bergaul bebas tapi tak mau menikah. Menikahlah, Allah dan Rasulullah senang dan menganjurkan. Salam, AIM. [*]

 
Embed Widget

x