Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Oktober 2017 | 10:40 WIB

Antara Haji Mabrur dan Haji Mardud

Oleh : - | Rabu, 2 Agustus 2017 | 11:00 WIB
Antara Haji Mabrur dan Haji Mardud
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

HAJI mabrur, gelar yang dikejar oleh setiap orang yang berhaji.

Gelar ini merupakan puncak prestasi seorang jemaah haji. Begitu tinggi nilainya, hingga Nabi Muhammad SAW menegaskan dalam salah satu hadisnya: "Haji mabrur, tiada balasan yang pantas baginya, kecuali surga." (HR Tabrani dari Ibnu Abbas)

Haji mabrur adalah ibadah haji yang diterima oleh Allah SWT. Kebalikannya adalah haji mardud (haji yang ditolak).

Tidak mudah mengetahui apakah ibadah haji seseorang itu diterima atau ditolak Allah SWT. Ini urusan yang sifatnya sangat pribadi antara seorang makhluk dengan Tuhannya. Sama dengan apakah salat dan puasa seseorang diterima di sisi Allah SWT.

Namun satu hal yang pasti, gelar mabrur itu dapat diupayakan untuk diraih. Itulah sebabnya, baik orang yang pergi haji maupun keluarga, saudara dan orang-orang sekampungnya kerap berdoa, "Ya Allah, jadikanlah haji kami haji yang Engkau terima (mabrur), dan dosa kami adalah dosa yang diampuni, jadikanlah sa'i kami yang merupakan tanda syukur, serta perniagaan yang tidak merugi."

Meski sulit diukur, sebetulnya mabrur atau tidaknya ibadah haji seseorang dapat dilihat dari beberapa tanda. Al Hasan Al Bishriy sewaktu memberi tafsir tentang haji mabrur mengatakan, "Setelah pulang dari haji mulailah hatinya rindu kepada akhirat dan dunia tidak mengikat hatinya lagi." (HAMKA, Tanya Jawab Soal Islam).

Secara fisik, mabrurnya ibadah haji seseorang dapat dilihat dari beberapa perubahan dalam kehidupan keseharian. Contohnya: dia bertambah rajin salat fardhu maupun sunah. Gemar membaca Alquran dan buku-buku agama, senang bersedekah, berzakat dan menolong orang-orang yang berada dalam kesulitan. Ia pun lebih ramah, bersahabat dan hormat menghadapi orang lain, lebih sabar dalam menghadapi kesukaran dan problematika kehidupan. Ia juga lebih beradab dan sopan dalam berpakaian, berkata-kata dan bertingkah laku, serta lebih senang berbuat sesuatu yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat banyak. []

Komentar

 
Embed Widget

x