Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 September 2017 | 14:35 WIB

Apakah Berzikir Harus Berurutan?

Oleh : - | Minggu, 30 Juli 2017 | 15:00 WIB
Apakah Berzikir Harus Berurutan?
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

ADA yang bertanya kepada Syaikh Muhammad bin Abdillah Al Imam, "Apakah dalam berzikir itu harus berurutan?"

Pertanyaan tersebut dijawab sebagai berikut:

Zikir yang memang disebutkan urutannya dalam nash, maka dibaca sesuai zhahir nash tersebut. Sedangkan zikir yang tidak disebutkan urutannya maka tidak diwajibkan berurutan. Anda bisa membacanya sesuai apa yang mudah bagi anda untuk mengingatnya.

Namun yang semestinya untuk anda baca di awal zikir adalah zikir-zikir yang memiliki makna mengesakan Allah, mengagungkan-Nya, mengungkapkan kecintaan kepada-Nya, rasa takut kepada-Nya, mensucikan-Nya dari segala keburukan dan aib. Ini dalam rangka mengamalkan hal yang dituntut dalam agama yaitu ber-husnuzhan kepada Allah dan bertawakal dengan kuat kepada Allah, memohon pertolongan kepada Allah dan bergantung kepada Allah Jalla wa Ala.

Ruh dari zikir adalah dengan menghadirkan hal-hal tersebut di dalam hati dan menumbuhkannya ketika tengah membaca zikir. Dan tidak mungkin bisa menghasilkan keberkahan dari zikir kecuali dengan menghadirkan hal-hal tersebut.

Allah Taala berfirman dalam hadis qudsi:

"Wahai anak Adam, setiap kali engkau berdoa kepadaku dan mengharap kepadaKu, maka Aku ampuni dosa yang ada pada dirimu dan tidak Aku pedulikan lagi (dosamu)."

Maka Allah menggandengan dzikir lisan, yaitu dosa, dengan amalan hati yaitu ar raja (pengharapan). Kemudian keduanya diganjar dengan ampunan. Hadits ini dikeluarkan oleh At Tirmidzi dari sahabat Anas bin Malik, dihasankan oleh Al Albani. Wabillahi At Taufiq. []

Sumber: http://www.sh-emam.com/show_fatawa.php?id=1452

Tags

 
Embed Widget

x