Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 September 2017 | 22:49 WIB

Ketika Diri Merasa Suci

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Sabtu, 15 Juli 2017 | 01:01 WIB
Ketika Diri Merasa Suci
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Dialah Alloh, Dzat Yang Maha Kuasa, Maha Mulia, lagi Maha Pengasih kepada seluruh makhluk. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Alloh Swt. berfirman, "(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya, dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa." (QS. An Najm [52] : 32)

Saudaraku, salah satu celah sumber malapetaka adalah bisikan syaitan dalam hati kita. Ketika kita sudah berikhtiar untuk memperbaiki diri, mengistiqomahkan ibadah, membersihkan penampilan, maka syaitan masuk datang membisiki ke dalam hati kita sehingga kita merasa sudah menjadi orang sholeh. Syaitan kemudian secara halus semakin menyeret kita dengan memandang orang lain tidak lebih sholeh daripada kita.

Maasyaa Alloh, justru hal yang demikian adalah ciri dari kotornya hati kita. Ketika kita merasa suci, itu pertanda kita ujub. Oleh karena itu semoga kita bisa lebih berhati-hati dan waspada dalam melihat diri kita sendiri. Yang harus kita perbanyak adalah merasa diri kotor dan lemah di hadapan Alloh Swt, sehingga kita tiada henti kita terus memperbaiki diri dan mohon ampunannya.

Termasuk dalam menyikapi pujian orang lain. Pujian bisa membuat kita semakin merasa suci. Namun, kita tidak bisa memaksa orang lain untuk tidak memuji kita. Yang bisa kita lakukan adalah mawas diri dalam menyikapi pujian, sadarilah bahwa orang lain memuji kita karena ia tidak tahu siapa diri kita sebenarnya dan karena Alloh masih menutupi keburukan kita di hadapannya.

Nah saudaraku, mari kita senantiasa sediakan waktu untuk mengevaluasi diri kita, membersihkan hati kita, agar terhindar dari berbagai penyakit hati. Semoga Alloh Swt. senantiasa melindungi kita dan menerima taubat kita. Aamiin yaa Robbal aalamiin. [smstauhiid]

 
Embed Widget

x