Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 September 2017 | 22:40 WIB

Belajar dalam Kesulitan

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Jumat, 14 Juli 2017 | 01:05 WIB
Belajar dalam Kesulitan
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Dialah yang telah menciptakan langit, bumi dan segala yang ada di dalamnya secara sempurna. Tiada yang bisa menandingi kesempurnaan Alloh dalam menciptakan. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, seorang anak yang sejak kecil terbiasa hidup secara mudah, setiap keinginannya dipenuhi oleh orangtuanya, maka ia akan tumbuh cenderung menjadi pribadi yang lemah. Maka, kalau ada orangtua yang memanjakan anaknya, sebenarnya orangtua tersebut tidak benar-benar menyayangi anaknya, atau orangtua tersebut tidak mengerti bagaimana cara menyayangi anaknya. Memanjakan anak adalah cara halus menjerumuskan mereka. Ini hanyalah sebuah gambaran bahwa kesulitan dalam hidup sebenarnya adalah sarana untuk belajar menjadi pribadi yang tangguh.

Mari kita lihat sosok nabi Muhammad Saw. yang sejak kanak-kanak sudah menjadi yatim. Bahkan, ibunya wafat di saat usia nabi Muhammad Saw. masih sangat membutuhkan kehadiran sosok ibu. Namun, situasi yang sulit seperti ini justru menjadi tempat bagi beliau untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan kuat.

Alloh Swt. berfirman, "Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan." (QS. Al Anbiy[21]:35)

Ibnu Katsir r.a menerangkan bahwa ujian hidup berupa kesulitan itu adalah tempat untuk melihat kualitas manusia, mana di antara mereka yang bersabar dan mana yang putus asa. Orang yang bersabar akan lahir menjadi pribadi tangguh, sedangkan orang yang putus asa akan menjadi pribadi yang lemah. Padahal, Alloh Swt. tidak akan memberikan ujian yang berada di luar batas kemampuan manusia untuk menghadapinya.

Nah saudaraku, hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan kita. Bahkan, kebanyakan dari hidup ini adalah kejadian demi kejadian yang tidak kita inginkan sebelumnya. Sebagian di antaranya berupa kepahitan. Namun, kepahitan adalah ladang amak sholeh bagi kita agar kita semakin yakin pada kekuasaan Alloh, semakin sabar dan semakin menyempurnakan ikhtiar.

Semoga kita termasuk hamba-hamba Alloh yang terampil menghadapi kesulitan hidup dan menjadi muslim yang tangguh. Aamiin yaa Robbal aalamiin.[smstauhiid]

 
Embed Widget

x