Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Oktober 2017 | 10:27 WIB

Rahman dan Rahim Allah di Balik Tobat

Oleh : - | Senin, 17 Juli 2017 | 07:00 WIB
Rahman dan Rahim Allah di Balik Tobat
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

SEMAKIN mendalami makna tobat, kita akan semakin mengenal ketinggian sifat Rahman dan Rahim Allah swt. Tidak hanya mendapat ampunan, seorang yang bertobat juga mendapat bonus-bonus yang amat bernilai dari-Nya.

Kali ini kita akan melihat sisi lain dari Kemurahan Allah kepada hamba-nya. Dalam Hadist Qudsi-Nya, Allah berfirman kepada Nabi Daud as, "Wahai Daud, sesungguhnya jika ada hambaku yang beriman melakukan dosa kemudian ia kembali dan bertaubat dari dosa itu, lalu ia malu kepadaku ketika mengingatnya maka Aku akan Mengampuninya. Kemudian akan Ku buat malaikat yang mencatatnya menjadi lupa dan akan Ku ganti (dosa itu) dengan kebaikan. Aku tak peduli dengan itu semua karena Aku adalah Maha Pengasih dari yang Pengasih."

Kita semua tahu bahwa ada banyak saksi yang menyaksikan segala perbuatan kita. Mulai dari malaikat pencatat amal, anggota badan kita dan bumi tempat kita berpijak. Allah berfirman,

"Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya, karena sesungguhnya Tuhan-mu telah memerintahkan (yang demikian itu) padanya." (QS.Al-Zalzalah:4-5)

Namun bagi orang yang sungguh-sungguh bertobat, Allah tutupi kesalahan mereka dari para saksi itu dan mereka akan menjadi lupa dengan dosa yang pernah dilakukan hamba ini.

Imam Jafar As-Shodiq, Guru dari Imam Mazhab Maliki dan Hanafi pernah meriwayatkan, "Jika seorang hamba bertobat dengan tobat yang sesungguhnya maka Allah akan Mencintainya kemudian Allah akan Menutupi dosanya di dunia dan di akhirat."

Seorang murid beliau yang bernama Muawiyah bin Wahab bertanya, "Bagaimana Allah menutupinya? "Imam menjawab, "Allah akan membuat lupa kedua malaikat yang mencatatnya kemudian Dia Mewahyukan kepada tubuhnya -tutupilah dosa-dosanya- lalu Mewahyukan kepada bumi -tutupilah dosa-dosanya- . Dan ketika (hamba ini) menghadap kepada Allah swt, tidak ada satupun yang bersaksi atas dosa yang ia lakukan."

Mungkin kita akan bertanya, "Apakah mungkin Allah mencabut ketetapan yang telah Ia tetapkan bahwa para saksi akan mengabarkan semua perbuatan seorang hamba?"

Tentu hal ini sangat mungkin, karena Allah swt telah memberi contoh saat Dia Mencabut fungsi ciptaan yang telah Allah tetapkan. Sebagaimana api dengan sifatnya yang membakar, Allah Cabut fungsinya ketika akan membakar tubuh Nabi Ibrahim as.

-Kami (Allah) Berfirman, "Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim," (QS.Al-Anbiya:69)

Maha Suci Allah dengan segala kemurahannya. Dia Melihat tangan pendosa begitu bersih setelah hamba ini mencucinya dengan Taubatan Nasuha. Dengan rahmat Allah yang begitu luas ini, adakah yang masih ragu untuk bertaubat? [khazanahalquran]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x