Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 September 2017 | 22:44 WIB

Islam Wajah Keras, Membawa Berkah?

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Selasa, 11 Juli 2017 | 11:48 WIB
Islam Wajah Keras, Membawa Berkah?
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

DALAM kuliah subuh di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya tadi pagi saya menyampaikan materi tentang Islam di New Zealand dan Australia, sebuah catatan safari dakwah Ramadlan kemaren itu.

Islam sebagai agama yang dianut masyarakat minoritas cukup pesat berkembang dengan berbagai kisahnya. Menurut sejarahnya, Indonesia menjadi negara yang mencatatkan dirinya sebagai pembuka jalan Islam ke Australia, sementara untuk Islam di New Zealand adalah dibawa oleh bangsa China.

Adalah nelayan Makassar yang beruntung mengukir sejarah datangnya Islam di Australia ini. Miniatur perahu dan tikar asal Makassar terpampang di museum nasional Australia. Sebagaimana masuknya Islam ke Nusantara, Islam masuk ke Australia dan New Zealand dengan wajah damai dan cara lembut berbudaya. Muncullah pertanyaan dari manakah Islam wajah kaku dan beku serta jalan keras muncul dan berkembang kini di Australia?

Saya kutipkan beberapa temuan Mas Noor Huda, kandidat PhD Monash University yang berprofesi wartawan itu. Menurutnya, citra tokoh yang ditokohkan dan buku bacaan yang menjadi referensi keyakinan sangat berpengaruh atas terciptanya mindset keras dalam beragama. Tentu pernyataan ini akhirnya menjadi fokus diskusi setelah kajian. Saya ingin sekali menghadirkan sang peneliti ini.

Menguntungkankah penampakan wajah keras agama di Australia dan New Zealand yang beralam rapi ini? Yang saya rasakan dan temukan dalam fakta ternyata jawabannya tidak. Kekerasan dan kebencian tidak pernah mampu menciptakan nuansa damai agama dan keberagamaan. Sikap seperti ini hanya akan setia memelihara konflik dan menunbuhsuburkan dendam.

Bagaimana solusinya? Panjang sekali jawabannya. Bisa diakses di data audio kuliah subuh saya. Salam, AIM. [*]

 
Embed Widget

x