Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 Juli 2017 | 09:50 WIB

Inilah Bidah Hakiki dan Bidah Idhafi Itu

Oleh : - | Selasa, 11 Juli 2017 | 15:00 WIB
Inilah Bidah Hakiki dan Bidah Idhafi Itu
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

ADA yang bertanya kepada Syaikh Muhammad bin Umar bin Salim Bazmul, tentang apakah ada perbedaan antara bidah hakiki dengan bidah idhafi.

Syaikh menjawab, bidah hakiki, yaitu anda melakukan amalan yang sama sekali tidak ada landasan dalil dari syariat, yang tidak menyerupai ibadah yang memiliki asal dalam syariat. Dan pelakunya bermaksud mendapatkan pahala dari amalan tersebut, misalnya orang yang beribadah dengan cara menari, bersiul, dan ibadah lainnya. Mereka menganggap ibadah tersebut dapat mendekatkan diri kepada Allah Taala.

Bidah idhafi, adalah amalan yang memiliki landasan dalil dari syariat, semacam shalat, puasa dan selainnya. Namun amalan tersebut dikaitkan dengan sesuatu, seperti dikaitkan pada waktu, tempat, tata cara, atau keyakinan tertentu. Maka dengan sebab ini, jadilah ibadah semacam itu sebagai bidah idhafi.

Misalnya shalat sunnah dan puasa sunnah yang ia berharap pahala jika dikerjakan. Akan tetapi, mengkhususkan puasa di hari tertentu, atau shalat di malam tertentu yang tidak ada landasan dalil syari, maka hal ini tergolong bidah idhafi. Seperti mengkhususkan malam 27 Rajab, atau malam nishfu (pertengahan bulan) Syaban, atau hari-hari lainnya.

Dua macam bidah ini, baik bidah hakiki maupun bidah idhafi, wajib diwaspadai dan dijauhi seorang muslim. Aku sampaikan sebuah kaidah yang penting:

"Suatu perkara yang menyelisihi sunnah, jika terus menerus dikerjakan, maka perkara tersebut termasuk dalam bidah idhafi, maka waspadalah. [muslimorid]

 
Embed Widget

x