Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 September 2017 | 22:47 WIB

Berani Mengakui Kebaikan Orang Lain

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Jumat, 7 Juli 2017 | 02:12 WIB
Berani Mengakui Kebaikan Orang Lain
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Allah Swt. Dialah Allah, Dzat Yang Maha Menguasai segala-galanya. Tiada satupun kejadian kecuali ada dalam genggaman-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda Nabi Muhammad Saw.

Berani mengakui kebaikan orang lain adalah salah satu kunci penting dalam pergaulan kita dengan sesama manusia. Karena, ada tipe orang yang tidak bisa melihat orang lain lebih dari dirinya. Orang yang demikian namanya pendengki. Dengki adalah sifat yang sangat berbahaya. Seorang pendengki itu susah lihat orang lain senang dan senang lihat orang lain susah.

Orang yang demikian akan merugi karena habis pahala yang dimilikinya. Rasulullah Saw bersabda, "Jauhi oleh kalian sifat dengki, karena dengki itu memakan kebaikan bagaikan api menghabiskan kayu bakar." (HR. Abu Daud)

Allah Swt menciptakan orang lain punya kelebihan adalah supaya kita bisa belajar darinya. Allah takdirkan ada orang lain yang berjasa kepada kita adalah supaya kita bisa berterima kasih sehingga jadilah ladang pahala untuk kita. Karena berterima kasih kepada manusia merupakan bagian dari bentuk rasa syukur kepada Allah Swt. Rasulullah Saw bersabda, "Tidak termasuk bersyukur kepada Allah, siapa yang tidak berterima kasih kepada sesama manusia." (HR. Tirmidzi, Abu Daud)

Sikap berani mengakui kebaikan orang lain adalah bentuk kerendahan hati dan akan menjauhkan diri kita dari kesombongan. Sikap ini juga akan memudahkan kita untuk menambah ilmu dari kelebihan dan kebaikan orang lain. Sedangkan tiada yang menjanjikan dari bertambahnya ilmu selain dari bertambahnya pintu-pintu kebaikan.

Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah Swt. yang berani mengakui kelebihan orang lain sehingga kita bisa selalu terus belajar dan meningkatkan kualitas diri kita. Aamiin yaa Robbal aalamiin. [smstauhiid]

 
Embed Widget

x