Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 September 2017 | 10:56 WIB

Mengapa Kau Lupa Telepon Rajamu yang Baik?

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Selasa, 4 Juli 2017 | 00:04 WIB
Mengapa Kau Lupa Telepon Rajamu yang Baik?
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

ADA seorang raja yang terkenal baik. Banyak karakter baik yang diatributkan kepadanya. Selama memimpin, kemaslahatan menjadi target yang harus dicapainya. Kepentingan rakyat diperhatikannya dengan serius.

Sering beliau berkata dan kata-kata ini diabadikan dalam sebuah prasasti terkenal yang dibaca semua rakyat lintas generasi. Kata-katanya sederhana, namun sungguh memberikan harapan: "Kalau kalian ingin sukses bahagia, selalulah hubungi saya. Saya selalu ada untuk kalian."

Faktanya, tidak semua rakyatnya sukses dan bahagia. Banyak sekali yang sedih dan menderita. Sebagian pengamat menganggap sang raja adalah raja yang gagal mensejahterakan rakyatnya.

Di antara yang menderita itu ada yang hendak mendemo sang raja. Namun ada juga yang sadar bahwa deritanya adalah karena dia tidak pernah menghubungi sang raja. Menurut Anda, siapakah yang salah? Rajakah atau rakyat yang jarang atau tak pernah menghubunginya?

Al-Qur'an dan hadits jelas sekali memberitakan perintah, janji dan ancaman Allah bahwa siapa yang setia alias istiqamah mendirikan shalat maka dia akan sukses dan bahagia. Sebaliknya siapa yang jarang dan atau selalu meninggalkannya maka dia akan menderita. Salahkah Allah Tuhan kita jika kita menderita sementara kita memang jarang shalat atau bahkan meninggalkan shalat?

Allah memberikan kesempatan luas bagi kita untuk menghubungiNya melalui shalat. Minimal 5 kali sehari semalam kita diwajibkan laporan dan memohon kepadaNya. Itu semua untuk kita, bukan untukNya. Luar biasa bukan?

Adakah raja di muka bumi ini yang siap menerima rakyatnya 5 kali sehari semalam? Ah, adanya cuma di negti dongeng. Lalu apa yang menghalangi kita untuk menghadap kepadaNya, memperbaharui komitmen kesetiaan dan mengajukan permohonan yang pasti dikabulkanNya?

Tak cukup dinyatakan dalam al-Qur'an dan hadits, Rasulullah mengajarkan panggilan adzan untuk shalat 5 kali sehari semalam itu. [*]

 
Embed Widget

x