Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 September 2017 | 22:48 WIB

Anjuran Memperindah Bacaan Alquran

Oleh : - | Selasa, 4 Juli 2017 | 13:00 WIB
Anjuran Memperindah Bacaan Alquran
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

YANG dimaksud melagukan bacaan Alquran adalah tahsin al-qiraah, memperindah bacaan Alquran. Bukan membaca dengan meniru lagu.

Ada beberapa hadis yang menganjurkan untuk memperindah bacaan Alquran. Diantaranya, Hadis dari al-Barra bin Azib Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berpesan,

"Hiasilah Alquran dengan suara kalian. (HR. Ahmad 18994, Nasai 1024, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Kemudian, hadis dari Sad bin Abi Waqqash radhiyallahu anhu, sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

"Siapa yang tidak memperindah suaranya ketika membaca Alquran, maka ia bukan dari golongan kami." (HR. Abu Daud 1469, Ahmad 1512 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Ada beberapa keterangan yang disampaikan para ulama tentang makna yataghanna bil quran'. Diantaranya adalah memperindah bacaan Alquran. Karena itu, hadis di atas dijadikan dalil anjuran memperbagus suara ketika membaca Alquran.

Imam an-Nawawi mengatakan,

"Para ulama salaf maupun generasi setelahnya, di kalangan para sahabat maupun tabiin, dan para ulama dari berbagai negeri mereka sepakat dianjurkannya memperindah bacaan al-Quran. (at-Tibyan, hlm. 109).

Selanjutnya an-Nawawi menyebutkan makna hadis kedua,

"Mayoritas ulama mengatakan, makna Siapa yang tidak yataghanna bil quran adalah siapa yang tidak memperindah suaranya dalam membaca Alquran. Para ulama juga mengatakan, dianjurkan memperindah bacaan Alquran dan membacanya dengan urut, selama tidak sampai keluar dari batasan cara baca yang benar. Jika berlebihan sampai nambahi huruf atau menyembunyikan sebagian huruf, hukumnya haram. (at-Tibyan, hlm. 110)

Konsekuensi melagukan Alquran dengan dalam arti mengikuti irama lagu, bisa dipastikan dia akan memanjangkan bacaan atau menambahkan huruf atau membuat samar sebagian huruf karena tempo nada yang mengharuskan demikian. Dan ini semua termasuk perbuatan haram sebagaimana keterangan an-Nawawi.

Makna yang benar untuk melagukan Alquran adalah melantunkannya dengan suara indah, membuat orang bisa lebih khusyu. Diistilahkan Imam as-Syafii dengan at-Tahazun (membuat sedih hati). Sebagaimana dinyatakan al-Hafidz dalam Fathul Bari, Syarh Shahih Bukhari (9/70). Allahu alam.[Ustadz Ammi Nur Baits/Konsultasisyariah]


 
Embed Widget

x