Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 15:15 WIB

Kisah Petani Dungu dan Seorang Pengemis Pandai

Oleh : - | Minggu, 18 Juni 2017 | 10:00 WIB
Kisah Petani Dungu dan Seorang Pengemis Pandai
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

Jalaluddin Rumi dalam Matsnawimenuliskan, seorang petani sedang berusaha untuk membawa sekarung gandum yang diletakkan dipunggung keledai. Namun gandum itu selalu jatuh.

Kemudian dia berpikir, bagaimanakah caranya meletakkan sekarung gandum itu dipunggung keledainya agar tidak terjatuh. Sampai pada akhirnya dia menemukan sebuah ide, untuk mengisi sebuah karung lagi dengan pasir kemudian mengikatnya dengan karung gandum tersebut. Dengan demikian gandum tidak lagi terjatuh karena sudah seimbang.

Ternyata baru berjalan sekian kilometer, keledainya kecapean karena beratnya beban. Maka si-petanipun berpikir untuk mencari tempat beristirahat. Ketika sedang mencari-cari, sipetani bertemu seorang pengemis. Pengemis itu bertanya kepada petani, "Apa yang dibawa keledaimu? Sang Petani menjawab, "Karung yang satu isinya gandum, sedangkan yang satunya lagi berisi pasir, agar seimbang."

Pengemis ituberkata kepadanya, "Kenapa diisi pasir? Bukankan akan lebih baik jika gandumnya yang kau bagi dua, sehingga keledaimu tidak kecapekan karena beratnya beban?"

Petanipun berpikir. Betul juga apa yang dikatakan lelaki Pengemis itu. Lantas diamengeluarkan pasir dari karung yang satu, dan membagi dua karung yang penuh berisi gandum.

Sipetani meneruskan perbincangannya dengan pengemis itu. Dia semakin terkagum-kagum dengan pemikiran sipengemis. Saking penasarannya maka ia pun mengomentari pengemis. "Anda ini pintar, pemikiran Anda sungguh luar biasa, tetapi kenapa Anda menjadi seorang Pengemis?"

Pengemis itupun menjawab, "Itulah, karena aku terus memikirkan banyak hal sampai-sampai aku tidak sempat melakukan apa-apa." Setelah pertanyaannya dijawab, sambil berpikir kebingungan petani itupun bergegas meninggalkan pengemis untuk melanjutkan perjalanannya.

Melakukan sesuatu tanpa berpikir, akan menyusahkan diri sendiri. Tapi hanya berpikir saja itupun tidak cukup, jika tidak diiringi aksi. Kerja! Kerja! Kerja! Itu kata Jokowi. []

Komentar

 
Embed Widget

x