Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 Desember 2017 | 01:17 WIB

Tentang Masuk Islamnya Abu Hurairah

Oleh : - | Sabtu, 17 Juni 2017 | 13:00 WIB
Tentang Masuk Islamnya Abu Hurairah
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

ADA yang bertanya, kapan Abu Hurairah masuk Islam? Ia mengaku membaca atau mendengar bahwa beliau masuk Islam sebelum peristiwa hijrah.

Ustaz Ammi Nur Baits, menjawab sbb:

Sebelumnya, kita perlu tahu sekelumit tentang latar belakang Abu Hurairah. Nama asli beliau Abdurrahman bin Shakr menurut pendapat yang paling kuat . Beliau berasal dari suku Daus dari Yaman. (Siyar Alam an-Nubala, 2/578).

Menurut banyak riwayat, orang yang mendakwahkan Islam di suku Daus adalah Thufail bin Amr ad-Dausi Radhiyallahu anhu, yang masuk Islam ketika Nabi Shallallahu alaihi wa sallam masih di Mekah. Dan Abu Hurairah termasuk orang yang mengikuti ajakan Thufail.

Siapa Thufail ad-Dausi?

Sebelum menjawab kapan islamnya Abu Hurairah, terlebih dahulu kita buka identitas Thufail bin Amr ad-Dausi. Karena sosok beliau membantu menentukan masa Islamnya Abu Hurairah.

Dalam berbagai referensi sejarah, diantaranya at-Thabaqat al-Kubro karya Ibnu Sad, disebutkan biografi Thufail. Beliau adalah sosok yang terpandang, penyair ulung, sering dikunjungi orang. Beliau tiba di Mekah tahun ke-11 kenabian. Begitu tiba di Mekah, orang musyrikin menyambutnya, dan merekapun langsung mengingatkan beliau agar tidak dekat-dekat dengan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam,

"Hai Thufail, kamu datang ke negeri kami. Di sini ada orang yang telah merepotkan kami, memecah belah persatuan kami, mengacaukan semua urusan kami. Ucapannya seperti sihir, bisa membuat seorang ayah membenci anaknya, seseorang benci saudaranya, dan suami istri bisa bercerai. Kami mengkhawatirkan kamu dan kaummu mengalami seperti apa yang kami alami. Karena itu, jangan sampai engkau mengajaknya bicara dan jangan mendengar apapun darinya."

Mereka terus-menerus mengingatkan Thufail, hingga beliau menyumbat telinganya dengan kapas ketika masuk Masjidil Haram. Ketika beliau masuk Masjidil Haram, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam sedang shalat. Hingga Allah takdirkan, beliau mendengar sebagian bacaan shalat Nabi Shallallahu alaihi wa sallam. Beliau semakin penasaran dan akhirnya menemui Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.

Setelah diajarkan tentang islam dan dibacakan sebagian ayat al-Quran, Thufail terheran-heran, hingga beliau tertarik masuk Islam dan langsung bersyahadat di depan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam. Lalu Nabi Shallallahu alaihi wa sallam meminta kepadanya untuk mendakwahkan Islam kepada kaumnya.

Beliau meminta suatu tanda. Kemudian Nabi Shallallahu alaihi wa sallam mendoakan, "Ya Allah, berikanlah cahaya untuknya."

Allahpun memberikan tanda di depan dahinya. Namun Thufail khawatir, justru ini dianggap tanda buruk baginya. Kemudian cahaya itu dipindah ke ujung cemetinya. Cahaya ini menjadi penerang baginya di waktu malam yang gelap. (at-Thabaqat al-Kubro 4/237, ar-Rahiq al-Makhtum hlm. 105).

Ada dua pendapat ulama tentang kapan Abu Hurairah masuk Islam.

Pertama, Abu Hurairah Radhiyallahu anhu masuk Islam di awal tahun 7 Hijriyah. Bertepatan dengan peristiwa perang Khaibar. Dan inilah keterangan yang masyhur dari berbagai ahli sejarah.

Ibnu Abdil Bar mengatakan,

"Abu Hurairah dan Imran bin Husain masuk Islam di tahun Khaibar. (al-Istiab, 1/374).

Keterangan lain, dari al-Khithabi,

"Abu Hurairah masuk Islam tahun 7 Hijriyah. Beliau datang ke Madinah, sementara Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam masih di Khaibar. Sementara Amr dan Khalid bin Walid tahun 6 Hijriyah. (Gharib al-Hadits, 2/485).

Keterangan Ibnul Atsir,

"Abu Hurairah Radhiyallahu anhu masuk Islam di tahun Khaibar, dan beliau ikut peristiwa Khaibar bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam kemudian selalu mendampingi Nabi dan selalu bersama beliau, karena keinginan untuk mendapatkan ilmu. Kemudian Nabi Shallallahu alaihi wa sallam mendoakan kebaikan untuknya. (Usud al-Ghabah).

Kedua, sebagian ulama berpendapat bahwa Abu Hurairah masuk Islam sebelum peristiwa Khaibar. Berikut beberapa keterangan mereka,

Ibnu Hibban,

Abu Hurairah masuk Islam di suku Daus. Kemudian beliau datang ke Madinah, sementara Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam teah berangkat menuju Khaibar. Ketika itu, yang bertanggung jawab terhadap kota Madinah adalah Siba bin Urfuthah al-Ghifari. Ditugaskan untuk menggantikan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam. Abu Hurairah shalat bersama Siba, kemudian menyusul Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam ke Khaibar, dan ikut peristiwa Khaibar bersama Nabi Shallallahu alaihi wa sallam. (Shahih Ibnu Hibban, 11/187).

Kemudian keterangan al-Hafidz Ibnu Hajar, setelah beliau menceritakan islamnya Thufail,

"Di kampung ad-Daus Thufail mendakwahkan kaumnya untuk masuk Islam, hingga ayahnya masuk Islam, namun ibunya menolak. Kemudian Abu Hurairah menerima ajakan beliau sendirian."

Menurut saya (Ibnu Hajar), ini menunjukkan bahwa Islamnya Abu Hurairah itu sejak awal. Bahkan Ibnu Abi Hatim menyebutkan bahwa Thufail datang ke Khaibar bersama Abu Hurairah. Seolah ini adalah kedatangan yang kedua. (Fathul Bari, 8/102)

Diantara ulama kontemporer yang menegaskan Islamnya Abu Hurairah sebelum peristiwa hijrah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam ke Madinah adalah al-Adzami. Dalam catatan kaki untuk Shahih Ibnu Khuzaimah, beliau mengatakan,

"Abu Hurairah masuk Islam beberapa tahun sebelum peristiwa hijrah. Namun beliau hijrah di masa peritiwa Khaibar. Anda bisa lihat biografi Thufail bin Amr ad-Dausi di kitab al-Istiab dan kitab al-Ishabah. (Taliq Shahih Ibn Khuzaimah, 1/280).

Keterangan yang lain juga disampaikan Dr. Muhammad Ajjaj al-Khatib dalam kitabnya Abu Hurairah, Rayatul Islam (Abu Hurairah, Bendera Islam),

"Bahwa Abu Hurairah Radhiyallahu anhu masuk Islam dari awal, ketika beliau masih di kampung halamannya, mengikuti ajakan Thufail bin Amr. Dan itu terjadi sebelum hijrahnya Nabi Shallallahu alaihi wa sallam. (Abu Hurairah, Rayatul Islam, hlm 70).

Dari beberapa keterangan dan riwayat di atas, yang lebih mendekati, nampaknya Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, telah masuk islam ketika Nabi Shallallahu alaihi wa sallam masih di Mekah. Hanya saja, beliau datang ke Madinah dan selalu menyertai Nabi Shallallahu alaihi wa sallam ketika peristiwa perang Khaibar. Allahu alam. [konsultasisyariah]

Komentar

 
Embed Widget

x