Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Agustus 2017 | 17:55 WIB

Sederhanakah Jalan Bahagia?

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Selasa, 13 Juni 2017 | 01:27 WIB
Sederhanakah Jalan Bahagia?
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

ADA salah seorang pembaca buku saya "Selamat Tinggal Derita, Selamat Datang Bahagia" yang bertanya kepada saya: "Betulkah bahagia itu sederhana, betulkah bahagia itu mudah dan murah?"

Pertanyaan itu membutuhkan jawaban panjang sekali jika harus diurai detail. Namun, jika berkenan jawaban pendek yang juga sederhana barangkali saya bisa sampaikan. Saat ini masih banyak hal yang harus ditangani dan diselesaikan.

Jawaban saya adalah "iya, bahagia itu sederhana sahaja jika gaya hidup kita adalah sederhana." Pola dan gaya hidup yang lebih dari takaran sederhana itulah yang membuat pencapaian bahagia itu tidak sederhana.

Pertanyaan lanjutannya adalah apa yang disebut pola dan gaya hidup sederhana? Apakah sederhana itu memiliki ukuran yang sama bagi semuanya? Pertanyaan ini termasuk sederhana yang bisa dijawab sederhana bahwa gaya hidup sederhana itu adalah gaya hidup yang berkesesuaian dengan kemampuan. Jika di bawah kemampuan biasa disebut zuhud dan wara', maka jika di atas kemampuan disebut boros dan gengsi.

Jawaban berikutnya adalah bahwa bahagia itu mudah sepanjang kita mau taat atas aturan dan hukum yang ada, baik hukum Allah ataupun hukum negara. Pastikan sikap kita sesuai dengan tuntunan. Ketaatan dan kejujuran diri untuk senantiasa berada di atas garis kebenaran adalah syarat mutlak kebahagiaan. Pertanyaannya adalah apakah taat dan jujur itu mudah? Iya, itu semua akan mudah bagi yang memiliki niat tulus menggapai bahagia.

Jawaban berikutnya adalah bahwa bahagia itu murah. Kita tak perlu mengeluarkan banyak uang untuk bahagia. Cukup miliki ketulusan dan keterbukaan. Ketulusan dan keterbukaan adalah kunci kebahagiaan. Masalahnya adalah mudahkah ketulusan dan keterbukaan? Pertanyaan ini, jujur saja, bagi saya tidaklah sederhana untuk menjawabnya.

Jelas semua kita ingin keluar dan menjauh dari derita. Pasti semua kita ingin tahu jalan cepat menuju bahagia. Namun, sepertinya, tidak semuanya serius menapaki jalan bahagia. Ada pula yang enggan diajak bahagia dan memilih jalan lain yang diduganya lebih menyenangkan. Salam, AIM. [*]

 
Embed Widget

x