Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 Juli 2017 | 09:45 WIB

Ketika Sahabat Rasul Bicara Langsung dengan Allah

Oleh : - | Sabtu, 3 Juni 2017 | 09:00 WIB
Ketika Sahabat Rasul Bicara Langsung dengan Allah
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

KENIKMATAN tertinggi yang akan diperoleh seorang hamba adalah tatkala ia bisa berbicara kepada Allah Taala secara langsung. Kenikmatan tersebut melebihi nikmatnya surga.

Padahal, surga adalah tempat terbaik yang tak pernah terbayang kenikmatannya oleh pikiran, pandangan, maupun penglihatan manusia. Agar layak dikaruniai nikmat yang agung ini, sebagaimana termaktub dalam salah satu ayat-Nya, seorang hamba harus melakukan amal yang saleh dan membebaskan dirinya dari mempersekutukan Allah Taala.

Katakanlah, "Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku, Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan yang Esa. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya." (Qs. al-Kahfi [18]: 110)

Di antara amal shaleh yang bisa menjadikan pelakunya diberi nikmat berbicara kepada Allah Taala secara langsung adalah jihad di jalan-Nya. Yaitu memperjuangkan tegak tingginya kalimat Allah Taala di muka bumi dengan jiwa dan harta.

Di awal dakwah Rasulullah Saw, jihad menjadi salah satu pembeda efektif antara mereka yang beriman dan siapa yang munafiq, serta sarana unjuk kekuatan kepada kaum-kaum yang memushi Allah Taala dengan mendustakan rasul-Nya yang mulia.

Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa kenikmatan berbicara kepada Alah Taala hanya diberikan untuk orang-orang tertentu yang Dia Ridhai. Itu pun tidak secara langsung, melainkan dengan adanya hijab.

Namun, dalam tafsir "al-Quranul Azhim", Ibnu Katsir menyebutkan, "Di antara manusia yang Allah Taala berbicara kepadanya secara terang-terangan tanpa penghalang," lanjut salah satu mufassirin terbaik ini, "adalah Abdillah bin Haram yang syahid dalam Perang Badar."

Abdillah bin Haram adalah ayah dari sahabat Rasulullah Saw yang terkenal keshalihannya, Jabir bin Abdillah. Sedangkan pendapat Ibnu Katsir tersebut didasarkan pada sabda Rasulullah Saw kepada Jabir bin Abdillah,

"Tutur Nabi, "Tidak sekali-kali Allah Taala berkata kepada seseorang," lanjut Nabi sebagaimana diriwayatkan Imam at-Tirmidzi ini, "melainkan dari balik tabir." Namun, dalam hadits yang juga diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah ini, "Sesungguhnya Dia berbicara kepada ayahmu secara terang-terangan," pungkas Rasulullah Saw sebagaimana diriwayatkan pula oleh Imam al-Hakim dan dishahihkan oleh adz-Dzahabi.

Berbahagialah Jabir dan ayahnya berkesempatan mendapatkan nikmat Allah Taala yang agung itu. Semoga Allah Taala memberikan pula nikmat tersebut kepada kita. Aamiin. []

 
Embed Widget

x