Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 27 Juni 2017 | 00:29 WIB

Hikmah Besar Belajar dari Pengalaman Orang Lain

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Senin, 8 Mei 2017 | 02:22 WIB
Hikmah Besar Belajar dari Pengalaman Orang Lain
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

BELAJAR dari pengalaman orang lain adalah salah satu cara cerdas menghemat energi dari menggunakannya untuk mencoba sendiri segala sesuatu demi memastikannya benar atau salah dan baik atau jelek. Sesuatu yang berulangkali terjadi dengan hasil yang selalu sama harus dimaknai sebagai sebuah kebenaran yang tervalidasi oleh sejarah. Tak usah capek-capek mencoba sendiri karena itu hanya akan membuang waktu percuma saja.

"Rajin pangkal pandai, malas pangkal bodoh," misalnya, sudah disampaikan kepada kita sejak sekolah dasar dulu. Itu adalah sebuah kebenaran sejarah. Tak usah mencoba bermalas-malasan demi untuk melihat fakta bodohnya diri.

Tidak percaya pada kebenaran bersama saja adalah sebuah sikap bodoh. Demikian pula contoh kalimat "hemat pangkal kaya, boros pangkal miskin." Itu sebuah kebenaran. Tak usah coba boros untuk melihat kemiskinan diri, namun cerdaslah membedakan antara boros dan dermawan, hemat dan bakhil.

Salah satu cara terbaik belajar dari pengalaman orang lain adalah dengan berbincang dengan banyak orang atau mendengar cerita tentang orang lain atau dengan membaca kisah hidup orang lain. Kisah orang-orang hebat adalah sumber motivasi yang layak untuk tidak disia-siakan.

Melalui hidup mereka kebenaran sejarah yang disebut di atas menemukan justifikasi. Itulah sebab mengapa saya paling gemar membaca dan mendengar kisah orang-orang shalih. Terlebih, Sufyan bin Uyainah, guru Imam Syafii, menyatakan bahwa ketika disebutkan kisah orang shalih, maka diturunkanlah rahmat Allah.

Bahagia sekali kemarin telah dilaunching buku biografi guru kita, Prof. DR. KH M Ridlwan Nasir, MA, penasehat Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim Surabaya. Berbahagia pula rawuh di pondok kita cicit Habib Abdullan bin Alawi al-Haddad tokoh dakwah dan teladan yang kitabnya banyak menjadi rujukan di Indonesia. Cicitnya yang bernama Habib Abdullah bin Muhammad bin Ahmad al-Masyhur akan bercerita dan berbagi keberkahan doa. Mari kita ngaji bersama besok. Salam, AIM@PPK Alif Laam Miim Surabaya.[*]

 
x