Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 September 2017 | 16:47 WIB

Alasan Sahabat Rasul Gemar Lakukan Wakaf

Oleh : - | Rabu, 10 Mei 2017 | 12:00 WIB
Alasan Sahabat Rasul Gemar Lakukan Wakaf
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

DARI Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Diantara pahala amal mukmin yang akan tetap mengalir setelah kematiannya adalah ilmu yang dia sebarkan, anak soleh yang dia tinggalkan, mushaf yang dia wariskan, masjid yang dia bangun, rumah untuk Ibnu Sabil (orang yang di perjalanan), atau sungai yang dia alirkan, sedekah hartanya yang dia keluarkan ketika masih sehat dan kuat, yang masih dimanfaatkan setelah dia meninggal." (HR. Ibnu Majah 249 dan dihasankan al-Albani)

Sabda beliau "atau sebuah rumah yang dibangun untuk para musafir" ini menjelaskan tentang keutamaan membangun rumah yang diwakafkan untuk kepentingan umat Islam, baik itu untuk musafir, atau untuk penuntut ilmu, atau untuk anak yatim, atau untuk para janda, dan fakir miskin. Dalam hadis lain, dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Beliau bersabda, "Apabila anak Adam meninggal, maka terputus darinya semua amalan kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakannya." (HR. Muslim 4310)

Para ulama menafsirkan sedekah jariyah dengan wakaf, karena fisiknya tetap dan manfaatnya berkelanjutan. Al-Khatib as-Syarbini ulama syafiiyah (w. 977 H). Dalam Mughni al-Muhtaj, beliau mengatakan, "Sedekah jariyah dipahami sebagai wakaf menurut para ulama, sebagaimana keterangan ar-Rafii. Karena sedekah lainnya bukan sedekah jariyah." (Mughni al-Muhtaj, 3/522).

Diantara semangat beramal para sahabat, mereka yang mampu, semuanya pernah wakaf. Sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhuma menuturkan, "Tidak ada seorangpun sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang memiliki kemampuan, kecuali mereka wakaf." (Ahkam al-Auqaf, Abu Bakr al-Khasshaf, no. 15 dan disebutkan dalam Irwa al-Ghalil, 6/29).

Selain beberapa amalan yang di atas, masih ada amalan lainnya yang pahalanya tetap mengalir ketika pelakunya sudah meninggal. Amalan tersebut adalah berjihad di jalan Allah, menghadang musuh dan melindungi kaum muslimin. Dari Salman al-Farisi radhiallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Berjaga di daerah perbatasan sehari semalam, lebih baik dari pada puasa dan tahajud selama satu bulan. Apabila ia wafat dalam perang tersebut, pahala dari amalnya ini tetap mengalir, demikian juga rezekinya, dan dia aman dari fitnah." (HR. Muslim 5047).

Allahu alam. [Ustaz Ammi Nur Baits]

 
Embed Widget

x