Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 September 2017 | 14:38 WIB

Kisah Sahabat Said bin Amir al-Jumahi

Nasihat Said untuk Dua Orang Khalifah Rasul

Oleh : - | Minggu, 7 Mei 2017 | 15:00 WIB
Nasihat Said untuk Dua Orang Khalifah Rasul
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

SAID datang kepada Umar bin al-Khatthab di awal khilafahnya, dia berkata, "Wahai Umar, aku berpesan kepadamu agar kamu bertakwa kepada Allah dalam bermuamalah dengan manusia dan jangan takut kepada manusia dengan melakukan kemaksiatan kepada Allah. Janganlah kata-katamu menyelisihi perbuatanmu, karena kata-kata yang baik adalah yang dibenarkan oleh perbuatan. Wahai Umar, perhatikanlah orang-orang yang Allah Taala telah menyerahkan perkara mereka kepadamu, baik mereka dari kalangan kaum muslimin yang dekat maupun yang jauh, cintailah sesuatu yang bermanfaat untuk dirimu dan keluargamu, bencilah sesuatu yang mereka alami, yang kamu pun benci apabila hal itu terjadi kepada dirimu dan keluargamu, hadapilah kesulitan-kesulitan untuk menuju pada kebenaran dan jangan takut celaan orang-orang yang mencela ketika engkau berbuat ketaatan kepada Allah."

Maka Umar menjawab, "Siapa yang mampu melakukannya wahai Said?". Said berkata, "Hal itu bisa dilakukan oleh orang-orang sepertimu yang Allah Taala serahi perkara umat Muhammad dan di antara dia dengan Allah tidak terdapat seorang pun." Pada saat itu Umar mengundang Said untuk mendukungnya, Umar berkata, "Wahai Said, aku menyerahkan kota Himsh kepadamu." Maka Said menjawab, "Wahai Umar, dengan nama Allah aku memohon kepadamu agar mencoret namaku."

Maka Umar marah, dia berkata, "Celaka kalian, kalian meletakkan perkara ini di pundakku kemudian kalian berlari dariku. Demi Allah, aku tidak akan membiarkanmu." Umar mengangkat Said sebagai gubernur Himsh, Umar bertanya kepadanya, "Aku akan mentapkan gaji untukmu." Said menjawab, "Apa yang aku lakukan dengan gaji itu wahai Amirul Mukminin? Pemberian dari baitul maal kepadaku melebihi kebutuhanku." Said pun berangkat ke Himsh menunaikan tugasnya.

Tidak lama berselang, Amirul Mukminin Umar bin Khatthab didatangi oleh orang-orang yang bisa dipercaya dari penduduk Himsh, Umar berkata kepada mereka, "Tulislah nama penduduk miskin dari Himsh agar aku bisa membantu mereka." Mereka menulis dalam sebuah lembaran, di dalamnya tercantum nama fulan dan fulan serta Said bin Amir. Umar bertanya, "Siapa Said bin Amir?" Mereka menjawab, "Gubernur kami." Umar menegaskan, "Gubernur kalian miskin?" Mereka menjawab, "Benar di rumahnya tidak pernah dinyalakan api dalam waktu yang cukup lama."

Maka Umar menangis hingga air matanya membasahi janggutnya, kemudia dia mengambil seribu dinar dan memasukkannya ke dalam sebuah kantong. Umar berkata, "Sampaikan salamku kepadanya dan katakan kepadanya bahwa Amirul Mukminin mengirimkan harta ini agar kamu bisa menggunakannya untuk memenuhi kebutuhanmu." Delegasi pun pulang dan mendatangi rumah Said dengan menyerahkan kantong dari Umar bin Khatthab. Said melihatnya dan ternyata isinya adalah dinar, maka dia menyingkirkannya seraya berkata, "Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun." Seolah-olah Said sedang ditimpa musibah besar atau perkara berat.

Istrinya datang tergopoh-gopoh dengan penuh kecemasan, dia berkata, "Apa yang terjadi wahai Said? Apakah Amirul Mukimin wafat?" Said menjawab, "Lebih besar dari itu." Istrinya bertanya, "Apa yang lebih besar?" Said menjawab, "Dunia datang kepadaku untuk merusak akhiratku, sebuat fitnah telah menerpa rumahku." Istrinya berkata, "Engkau harus berlepas diri darinya," Dia belum mengerti apa pun terkait dengan perkara dinar tersebut. Said bertanya, "Kamu bersedia membantuku?" Istrinya menjawab, "Ya." Maka Said mengambil dinar itu, memasukkannya ke dalam kantong-kantong dan membagi-baginya kepada kaum muslimin yang miskin.

Tidak berselang lama setelah itu, Umar bin al-Khatthab datang ke negeri Syam untuk mengetahui keadaannya. Ketika Umar tiba di Himsh, kota ini juga dikenal dengan Kuwaifah, bentuk kecil dari Kufah, kota Himsh disamakan dengan Kufah karena banyaknya keluhan penduduknya terhadap para gubernurnya seperti yang dilakukan oleh orang-orang Kufah, ketika Umar tiba di sana, orang-orang Himsh bertemu dengan Umar untuk memberi salam kepadanya. Umar bertanya, "Bagaimana dengan gubernur kalian?"

[baca lanjutan: Kisah Sahabat Said bin Amir al-Jumahi: Gubernur Teladan di Masa Khalifah Umar]

 
Embed Widget

x