Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 September 2017 | 22:55 WIB

Kisah Sahabat Ath-Thufail bin Amru ad-Dausi

Wahai Berhala, Aku Tak Termasuk Pemujamu

Oleh : - | Sabtu, 6 Mei 2017 | 12:00 WIB
Wahai Berhala, Aku Tak Termasuk Pemujamu
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

Ath-Thufail berkata, Setelah itu aku terus bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sampai Allah Taala membuka Mekah untuk beliau. Aku berkata, "Ya Rasulullah, tugasilah aku ke Dzul Kafain untuk menghancurkan berhala Amru bin Hamamah, aku ingin menghancurkannya." Maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengizinkannya, ath-Thufail berangkat dengan sebuah pasukan yang terdiri dari kaumnya.

Ketika ath-Thufail tiba di sana, dia hendak membakarnya, kaum laki-laki wanita dan anak-anak memperhartikannya, mereka berharap ath-Thufail akan ditimpa keburukan, mereka berharap sebuah halilintar menyambarnya jika dia menghancurkan Dzul Kafain. Namun ath-Thufail tetap bergerak maju kepada berhala tersebut di hadapan tatapan mata para pemujanya. Ath-Thufail menyalakan api, membakar dada berhala itu sambil bersyair,

Wahai Dzul Kafain, aku tidak termasuk pemujamu
Kelahiran kami mendahului kelahiranmu
Sesungguhnya aku membakar dadamu dengan api.

Api melahap berhala itu, sekaligus melahap sisa-sisa syirik yan ada pada kabilah Daus, maka mereka semuanya masuk Islam dan mereka pun memiliki komitmen yang kuat terhadap Islam. Setelah itu ath-Thufail bin Amru ad-Dausi senantiasa mendampingi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sampai beliau wafat dan berpulang ke hadapan Rabbnya.

[baca lanjutan: Kisah Sahabat Ath-Thufail bin Amru ad-Dausi: Memaknai Mimpi yang Menjadi Kenyataan]

 
Embed Widget

x